Categories
Arts Hobbies Work Life

Sincerity of Nusa Tenggara Timur

Kali ini saya membawa souvenir dari kunjungan kerja saya ke Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Baru sadar ternyata saya cukup padat kegiatannya, karena sebenarnya souvenir ini sudah saya bawa sejak akhir tahun 2009, hanya saja baru sempat saya bagikan sekarang 🙂 Silahkan dinikmati keindahan alamnya, keramahan masyarakatnya, dan kehangatan cinta yang secara sederhana mampu menginsipirasi dan mewarnai hati saya 🙂

 sky and valley

 Trees Clouds

 The Road to Timor Tengah Utara District

 Colorful Feeling

 Meeting  Hall

 Motherhood

 Head of Village

 Happiness in Diversity

 Sunset LOVE

 Time to Go Home

Categories
Daily Journey Work Life

Curber (Curhat Bersambung)

“Setelah kemarin seharian mengarungi lautan Maluku dgn Speed Boat, dibanting-banting ombak dan melihat indahnya hospitality keramahan masyarakat dipulau Seira-Maluku Tenggara Barat. Pagi ini terbang 2 jam dg Trigana Airlines dari MTB utk berlabuh di Ambon dan beristirahat. What a remarkable mission!thank YOU for giving me opportunity found precious “pearls” in my life!!” on sunday. Taken from my Facebook status

Hi blog lama bow tak bersue…..wuidih blog yang mengunjungi dirimu ada 300an sudah (eits serius ini berdasarkan blog stats and u know what blog….itu angka tidak termasuk penciptamu kalau lagi buka kamu loh.. Wah wah semoga dirimu bisa sedikit berguna bagi yang membacamu….WALAUPUN itu bukan tujuan utama kamu diciptakan, karena sebenarnya kamu itu lebih berguna bagi (PENCIPTAMU – a.k.a Gw)!!!hehehhee……tapi baguslah kalau ternyata kamu (blog –red) bisa berguna untuk lebih banyak orang…biar penciptamu belajar tidak egois dan egosentris toh? Toh…..

Blog kali ini gw mau share indahnya pengalaman travel gw ke Maluku Tenggara Barat (MTB).

“On mission to Maluku Tenggara Barat (Saumlaki). Hope it will be a great mission. Happy day and blessing life. Life is beautiful and never flat!!Gbusat 6:56am via Mobile Web. Taken from my FB status.

Biasa tugas kantor blog, kalau istilah kantor gw “MISSION”. Mission gw kali ini 3 hari aja efektifnya, karena hari ke 4 atau hari Minggu pagi gw udah balik ke based yaitu kota Ambon. Jadi 2 hari waktu untuk negosiasi, koordinasi, dan advokasi dengan Pemkab MTB dan 1 Hari Field Visit untuk identifikasi dan assessment.

Setiap hari dalam Mission gw kali ini pasti berkesan lah…tapi blog yang paling remarkable itu adalah one day trip by Speed Boat to Seira Island. Sampai gw tulis di status FB gw loh, sangking senengnya:

“Setelah kemarin seharian mengarungi lautan dgn Speed Boat,dibanting ombak dan melihat indahnya hospitality keramahan masyarakat dipulau Seira-Maluku Tenggara Barat. Pagi ini terbang 2 jam dg Trigana dari MTB utk berlabuh di Ambon dan beristirahat.What a remarkable mission!thank YOU for giving me opportunity found precious “pearls” in my life!!” on sunday. Taken from my Facebook status

Ini adalah kali kedua gw mengunjungi MTB dengan ibukotanya Saumlaki. Kedatangan kali ini gw datang sendiri, karena biasa gw mission didampingi oleh Mitra Pelaksana Program kami yang biasa kami sebut dengan Implementing Agencies.

Gw datang sendiri blog karena memang khusus ditugaskan untuk melakukan negosiasi untuk penguatan kerjasama dengan Pemkab MTB. Negosiasi ini dilakukan untuk memastikan komitmen sharing budget dan detail bentuk bantuan Pemkab MTB bagi 160 Pemuda dan Pemudi putus sekolah di MTB yang akan kami (diimplementasikan melalui Mitra kami) berikan Pelatihan berstandar kompetensi nasional (SKKNI) untuk Keterampilan Budidaya Rumput Laut dan Kewirausahaan. Mereka juga akan disertifikasi loh di Tempat Uji Kompetensi, jadi kompetensi mereka akan diakui secara otentik dan legal. Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan Kerja yang diberikan ini tujuan akhirnya adalah untuk penciptaan lapangan pekerjaan untuk pemuda/I khususnya di MTB dan pada umumnya di Propinsi Maluku. Tapi khusus untuk Program Integrasi Keterampilan Budidaya Rumput Laut dan Kewirausahaan ini tujuannya adalah mencetak Pengusaha Muda di bidang Budidaya Rumput Laut.

Yah ini hanya sekedar penjelasan singkat latar belakang gw ke MTB. Untuk detail Misi yang kami lakukan please visit: www.ilo.org search Education and Skills Training (EAST) for Youth Employment Project in Indonesia.

Jadi (hahaha kok langsung jadi yah, mane prosesnye….). Ok ok serius nih yah….

Seperti yang gw ceritain diatas blog, bahwa yang paling berkesan bagi gw adalah perjalanan ke Pulau Seira, tepatnya Desa Adaut dan Desa Bwariat. Yup perjalanan ini menjadi berkesan karena dilakukan pada saat seharusnya gw LIBUR (huaahahahha kok jadi CURHAT, ga kok bercande). Iyalah berkesan karena berangkatnya Pagi Bener (utk hari libur yah =) dan gw Ga Mandi!! hia hia hia (serius amat loe!!). Ok ok ok…..Lanjut mang*&……..

Perjalanan itu menjadi salah satu perjalanan yang sangat berkesan karena hanya dalam satu hari gw bisa dapetin banyak hal yang indah blog untuk diri gw. Yup dalam satu hari itu gw bisa menyadari bahwa Tuhan itu SELALU ADA, TUHAN sangat baik dan teramat baik, TUHAN selalu memberikan jalan dan penghiburanNYA bagi orang yang meminta dan yang terpenting gw menemukan MUTIARA KEHIDUPAN bow!!Serius gw

Walaupun awalnya gw sempat malas travel dengan Speed Boat mengarungi lautan karena gw sedang sakit dan malam sebelumnya gw insomia berat (takut tambah masuk angin bow). Udah gitu malam sebelum travel itu Direktur salah satu mitra kami menginformasikan bahwa berdasarkan rekan beliau yang tugas di MTB, Ombak sedang tinggi sepertinya tidak mungkin bisa melakukan perjalanan melalui jalur laut. Jiah bikin parno aja, tapi emang sih bulan lalu ketika gw Mission to MTB, Field Visit terpaksa ditunda karena factor cuaca. Mau bagaimana lagi jalur laut adalah satu satunya akses menuju pulau-pulau tersebut.

Kekhawatiran pasti adalah blog karena selain karena factor yang tersebut diatas mendadak Hari H Bapak A dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang selama ini menjadi kontak person gw di Dinas Kelautan dan Perikanan MTB, ternyata tidak bisa menemani gw travel ke Pulau Seira. Jadilah beliau menugaskan 2 orang staffnya yang bertugas sebagai pengemudi Speed Boat dan kru, merekalah yang akhirnya menemani saya. Tapi, jangan bayangkan kalau staffnya tersebut menggenakan pakaian seragam dinas intansi pemerintahan dan berpenampilan PNS pada umumnya lohh…. Mungkin karena mereka terlalu sering di lapangan (a.k.a di Laut) maka mereka jadinya tidak berperawakan seperti PNS. Maaf loh gw hanya berusaha untuk menggambarkan mereka dengan sedikit lebih rinci, karena penampilan mereka yang seperti itu merupakan hasil dari totalitas mereka bekerja. (gw aja sekarang hitam kelam bow……*sigh, curhat* mahal deh biaya perawatan!*!%* hehehe). Tapiii mannn gw salut dengan totalitas and passion mereka dalam bekerja, bayangin aje Sabtu yang seharunya libur mereka (and gw lah pastinya, hihihi tetep mau exist) seharian di tengah lautan dan tau kan Speed Boatnya ga ada atap jadi deh kita berjemur dibawah teriknya matahari, loe jangan bayangin ye speed gw speed-speed ala JAMES BOND yang bisa berbikini atau menikmati White Wine.

Yah mungkin belum terlihat yah totalitas mereka nah gw tambahin nih ceritanye, jadi blog walaupun mereka udah cape dan kerja ketika hari libur, mereka tetap semangat loh waktu disuruh lanjutin lembur sampai malam (beuh bayangin mendingan lanjutan libur ye…ini lanjutin LEMBUR). Saya sudah sampai di Hotel untuk beristirahat dan leyeh leyeh, malam itu mereka masih harus melanjutkan pekerjaan mereka di Kota Saumlaki untuk membeli bensin dan mempersiapkan logistic untuk keberangkatan perjalanan dinas salah satu instansi esok paginya (waktu Gw tlp salah satu awak speed jam 21:00 WIT mereka masih membeli bensin). Wah jangan bayangkan bensin itu tinggal dimasukan kedalam tangki bensin layaknya pengisian bensin mobil. Bensin yang dibeli itu bergalon-galon dan harus dipanggul menuju Speed Boat. Karena mesin Speed boat tersebut mesin 4tak maka harus dicampur juga dengan Oli Mesin.

Ok back to my worries ye….. Yup wajarlah gw punya kekhawatiran, yah bayangin aje loe, gw menuju ke suatu tempat yang sama sekali belum pernah gw lihat, gw bayangin aje ga bisa, disana tidak ada sinyal sama sekali, harus menyeberang dengan Speed Boat selama berjam jam di tengah Lautan dengan orang yang baru aja kita kenal (ada yang gw ga kenal malah). Dengan orang yang kita kenal aja pasti juga ada kekhawatiran….Duh bagaimana kalau terjadi apa – apa (ini kan ditengah lautan), misalnya jika terjadi kecelakaan. Atau….*berlebihan ini terlalu drama versinya*.

Gw juga jadi khawatir campur kesel karena situasinya tidak seperti rencana awal. Bayangin aje awalnya direncanakan berangkat jam 8 supaya terhindar ombak besar yang biasa terjadi di Sore hari, ternyata eh ternyata berangkatnya jadi molor 2 jam.

Awalnya direncanakan penumpangnya hanya gw dan Bapak DKP yang tidak jadi menemani gw itu, jadi gw sewa Speed Boat itu emang khusus untuk tujuan program/kegiatan gw…..ternyata eh ternyata bow sekarang ada 3 orang penumpang baru yang juga mau menuju ke Pulau Seira.Gimana coba bow caranya kalau ada penumpang lain yang punya tujuan and kegiatan beda gitu….takut saling tunggu-tungguan kan? Yah dasar Jawa gw, masih aja terbersit di Hatee “untung saja emang di Adaut tempat yg mau diidentifikasi dan assessment.

TAPI PUJI TUHAN….Sangat PUJI TUHAN……semua rencanaNYA memang selalu indah dan tepat pada waktunya. Mungkin pada waktu itu awalnya gw kesal benjet karena telat hampir 3 jam. Tapi karena keterlambatan tersebut, gw jadi punya waktu untuk bergunjing tepatnya chatting bow (*belum sampai tahap sharing*awal bener deh pkoknyae) dengan para kru Speed Boat dan salah satu penumpang yang bernama Bung Nus. Oiya keterlambatan kami terjadi karena kami harus menunggu 2 staff BRI yang ternyata akan melakukan survey lapangan ke rumah orang tua Bung Nus di Desa Adaut, karena Bokap Bung Nus berencana untuk mengambil KUR (Kredit Usaha Rakyat)di BRI. Awalnya Bung Nus tanya saya mau kemana, dari Instansi apa, dan aslinya dari mana? Saya bilang saya dari ILO perwakilan Maluku, Orang Tua saya dari Jawa tapi saya lahir dan besar di Jakarta (ga pernah mau dibilang orang Jakarta loh gw) Gw mau survey ke Adaut tentang Rumput Laut. Terus Bung Nus tanya di Adaut akan survey siapa, Gw bilang survey Pembudidaya rumput laut terus nanya lagi deh emang gw disana udah janjian dengan siapa? Nah loh bingung kan gw!!Wong, seharusnya yang mengatur jadwal ini adalah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tapi si Bapak A itu kan tidak jadi ikut.

Terus gw bilang aje “wah saya juga belum tau bung”. Lalu dengan baiknya Bung Nus menawarkan diri, dia bilang “kalau begitu kebetulan sekali, nanti tanya-tanya dan ngobrol dengan ayah saya saja, kebetulan beliau juga pembudidaya rumput dan akan mengambil KUR dari BRI”. Dia juga minta maaf karena jadinya telat banget berangkatnya karena masih nunggu orang BRInya. Terus dalam hati gw bilang “Wah Puji Tuhan banget nih kalau di tempat lain orang-orang malas dan ga punya waktu memberikan informasi, ini malah menawarkan diri”.

Oya selain ada hikmahnya, you know what dengan keterlambatan jadwal keberangkatan tersebut gw jadi bisa main dulu dengan anjing yang entah darimana tiba tiba deketin gw dan duduk selonjoran dengan lucunya (disangka gw temennye kali ye grrrr wrrrowwff woof auuu) !!! Wah terhibur banget loh gw!!

–> akrab banget kan kita hia hiah hia

Akhirnya 2 orang Staff BRI datang juga and kite langsung menuju Speed Boat. Gw tuh emang bukan orang yang pandai memulai suatu perkenalan dan akan terkesan sangat pendiam awalnya (*teppu*). Gw orang yang membutuhkan waktu sejenak sebelum memulai perkenalan, ini gw lakukan untuk mengenali situasi dan kondisi yang ada. Jujur aja awalnya gw hanya kenal dengan Pak Nus, bahkan gw sempat lupa nama kru DKPnye. Fiuh panasnya hari ini terik banget!!!Perjalanan dari Saumlaki menuju Desa Adaut di Pulau Seira memakan waktu sekitar 1,5 jam sampai 2 jam tergantung cuaca dan ombaknya. Selama perjalanan menuju Desa Adaut kita tidak banyak ngobrol yah karena berisik sekali mesin Speed Boat dan sepertinya lebih banyak waktu memperhatikan keselamatan diri sendiri huahahah……

Oye blog aneh deh buat gw yang jarang banget ngelakuin perjalanan lintas lautan, Puji Tuhan ga ada perasaan takut sama sekali waktu udah jalan Speed Boatnye demi mengarungi lautan. Ga takut bow walaupun ombaknya juga besar dan sesekali ombak itu menyiram dan masuk kedalam Speed Boat karena Speed Boat kami memecah ombak itu. Sebetulnya ini bukan pertama kali gw mengarungi lautan Maluku, sebelumnya di Maluku Tengah saya pernah menyebrang dengan Speed Boat yang hanya berpenumpang 2 orang dan Kapal Katinting di Lautan Aru. Hanya saja baru kali ini gw naik Speed Boat model kek gini. Speed Boat yang tidak ada atapnya sehingga terik matahari dan pecahan ombak langsung mengenai kulit kami. Gw sampe dipinjemin Bung Nus penutup kepala seperti Tutup Kepala pada Jas Hujan itu loh. “wah baik sekali dalam hati saya” Bung Nus bilang “pakai ini saja saya tidak apa apa, saya sudah pakai Topi” dan karena ga tau dirinye gw, minjemnye ga tanggungg-tanggung bow sampai selesai perjalanan balik ke Kota Saumlaki lagi hia hia hia…..eits ga lah gwela loh,,ga kok karena Bung Nus sangat baik makanye ketika perjalanan pulang Bung Nus nawarin gw lagi, dia bilang pakai saja topinya lagi. (gwetoh loh, suudon aje sama gw……). Speed kita sempet oleng karena bantingan ombak. Wah buat gw sih waktu itu seru benjet bow kaya di Dufan hahahha…..Jadi tahu kan loe blog kenapa kita semua ga punya banyak waktu bicara? Kita sibuk mempertahankan keselamatan diri kita karena kagak ada Seat Beltnya badan kepontang panting gwetoh deh…untung masih ada life Jacket hehehehhe…….ye udah gitu Life Jacketnya itu loe tau di taro dimana? Di pantatin (sorry ini) alias didudukin karena kan  kursinya cuma papan gitu deh jadi buat gantiin busa gitu deh…..duh gw ga tau juga deh kita belajar SOP keamanan di transportasi laut kaya dimana and gimana?? Sampai bisa Life Jacket buat alas duduk bow….Jadi berasa kita semua udah jago berenang yah bow…mentingin pantat (maaf) biar ga sakit daripada Life Jacketnya dipake.

Terus terus Sampai di Desa Adaut-Pulau Seira kan nih. Nah gw jadi bingung mau kemana ye….and malah akhirnya kami (gw and 2 orang BRI) jadi seperti satu tim rombongan, tapi kita belum saling mengenal dan pastinya beda tujuan visit. Akhirnya kami tiba di rumah pak Odang ayah Bung Nus dan gila ye responsive abis, Pak Odang langsung ambilinkelapa muda bukan hanya itu aje dalam sekejap Istri beliau udah bawain kita teh manis hangat, biscuit, dan petatas goreng (ubi). Doh gw pikir kok kebetulan banget sih semua ini!! Di tempat dan perjalanan ini gw tuh menganalogikannya seperti ini; “Gw itu dengan perasaan ketakutan ga tau mau dibawa kemana (*modal sootooy aje gw*), tau-tau gw didamparin disuatu pulau asing, dengan orang asing, tapi ternyata, tak disangka tak dinyana…..tempat itu Taman Firdaus yang dihuni oleh para MalaikatNYA *tau sih berlebihan tapi coba deh loe jadi gw saat itu*). Kok kebetulan banget Gw ketemu Bung Nus (orang asing) yang sangat baik, Pak Odang dan masyarakat Adaut yang sangat ramah dan melayani kami dengan tulus. (Bisa aja gw ketemu dengan orang yang ga peduli sama gw, dll, buktinya aja malah Bung Nus (sesama penumpang) yang lebih peduli ke Gw daripada staff DKP itu. (Ini bisa dipahami sih wong staff DKPnya juga tugasnya jadi driver&kru eh mendadak dpt instruksi ngurusin program, yah ga nyambung, jadinya diinstruksikan bossnye iye iye aje, yah ga…). Buktinya juga nih ye kalau gw ga berlebihan: Kan gw nih yang mau ngerepotin Keluarga Pak Odang (ayahnya bung Nus) eh malah kok gw yang dilayani dengan sangat baik.

Beuh kalau di Jakarta mau repotin orang tanya-tanya informasi, misalnya penghasilan kita, dsb, dsb jiah paling tahan 30 menit udah diuusir secara halus “aduh mba saya ada meeting lagi nih” . Ini malah gw juga di kasih makan segala, dan guys Desa Mereka itu bukan Desa target yang mau kita berikan bantuan loh….jadi mereka totally tulus.

Fiuh gw ga tau harus berterimakasih pada siapa yah dengan semua KEBETULAN ini?…..tapi selesai perjalanan itu, Gw baru menyadari dan Gw tau tidak ada kebetulan ini semua karena TUHAN Baik dan Peduli sama Gw!!!, soalnye sebelum Mission Gw emang minta doa restu Nyokap n teman-teman. And gw baru inget bow kalau gw sendiri ternyata berdoa meminta untuk terjadi “Tuhan yang pimpin perjalanan ini agar menjadi Great dan Beautiful” ckckck ajaib, gw aja lupa gw doa ini. Goshhhh memang lah TUHAN sangat baik dan teramat baik. Nih ternyata doa-doa gw ada di Status FB:

“Let me have a Loving, Giving ,Brave,& Grateful heart. I do really need it. Please teach me to own those hearts. Lead me the way. YOUR the Best!Thank YOU. at 7:40am via Mobile Web. Taken from my FB status

“On mission to Maluku Tenggara Barat (Saumlaki). Hope it will be a great mission. Happy day and blessing life. Life is beautiful and never flat!!Gbusat 6:56am via Mobile Web. Taken from my FB status.

To be continued ye……..

Categories
Daily Journey Work Life

The Beauty of Moluccas

Almost a year i live in this island. Name of this island is Moluccas (Maluku Province), it takes 4 hours flight from my home town Jakarta (capital city of Indonesia)

I stayed in Ambon capital of Maluku Province,

but frequently travel to outside Ambon (such as West Ceram, Central Maluku, Southeast Maluku, Aru Island, etc) for working purposes :D.   Field Visit at Southeast Maluku, Langgur District 😀

The Famous Duurstede Castle , Saparua Island, Central Maluku

Liang Beach in Central Maluku

West Ceram Island taken from Liang Beach

Joyful Activities are Capture in  Aru Island, Maikoor Island

 

Arafuru Ocean – Aru District

The Land that Rich of Spices&Fisheries Product

Rising Generation : Joyful Youth : Peace Maker : Change Agent : Unity in Diversity

I am so bless working in this beautiful island. God Bless this beautiful island and all the people 😀

Categories
On News Work Life

On News – Festival Seni dan Melukis Layangan di Gong Perdamaian Kota Ambon

Kampanye STOP PEKERJA ANAK – HARI DUNIA MENENTANG PEKERJA ANAK PROV MALUKU 

                                                                                Teaterikal “STOP PEKERJA ANAK”  

AMBON-ANTARA NEWS:  Ratusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) mengikuti Festival Melukis Layangan, dengan tema “Stop Pekerja Anak” di pelataran Monumen Gong Perdamaian, Kota Ambon, Sabtu (18/6) siang.
Festival melukis layang-layang tersebut memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, yang jatuh setiap tanggal 12 Juni.
Ketua Panitia Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, Abdulgani Fabanyo mengatakan, festival tersebut diikuti para siswa dari 10 sekolah formal dan dua Pusat Kelompok Belajar Masyarakat (PKBM). “Tujuannya, menggali minat dan bakat seni melukis anak sekaligus mengampanyekan stop pekerja anak melalui lukisan menggunakan media layang-layang,” kata Fabanyo, seperti diberitakan Antara. Pertunjukan seni budaya seperti, tari Sahureka-reka, tari kipas, teaterikal STOP PEKERJA ANAK, nyanyi, spontitas serta lainnya menambah meraih suasana itu.


Fabanyo mengatakan, di Provinsi Maluku hingga akhir tahun 2010 terdapat 20.060 pekerja anak usia 10-17 tahun. Dari jumlah itu 11.679 anak bekerja lebih dari 15-35 jam per minggu dan tidak digaji atau tidak diberi upah.
Local Programme Officer ILO “Education and Skills Training” (EAST) Perwakilan Maluku, Sinthia Dewi Harkrisnowo mengatakan, risiko keselamatan anak yang berada pada pekerjaan yang berbahaya tinggi, antara lain, sektor pertambangan, penggalian, pertanian, penyelam mutiara, perikanan, pelayanan rumah tangga, dan industri jasa. Dia juga berharap masyarakat, termasuk pengambil kebijakan, memahami tentang risiko keselamatan dan kesehatan anak dalam lingkup pekerjaan yang berbahaya. ” Perlu dukungan dan komitmen bersama semua pihak mengambil tindakan segera dalam rangka menyelamatkan anak yang bekerja dalam risiko itu,”katanya.
Sebelumnya, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plt Asisten Bidang Pemerintahan Setda Maluku, Frangky Renayaan, mengimbau semua pihak untuk tidak menjadikan anak usia dini sebagai pekerja utama.

Categories
On News Work Life

Pemprov Maluku akan Serius Terhadap Upaya Perlindungan Hak Anak – WDACL on News

Jumat, 17 Juni 2011
Pemprov akan Serius Terhadap Upaya Perlindungan Hak Anak

Ambon – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku akan tetap memberikan perhatian yang serius terhadap upaya perlindungan dan jaminan terhadap hak-hak anak antara lain melalui bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Untuk bidang pendidikan, Pemda telah melaksanakan program wajib belajar 12 tahun dan bantuan dana BOS, di mana melalui program ini diharapkan jumlah anak yang putus sekolah akan semakin berkurang.

“Di bidang kesehatan, Pemda telah melaksanakan program Askeskin dan Jamkesda, di mana melalui program ini akan mempermudah akses masyarakat termasuk ibu dan anak terhadap pelayanan kesehatan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelas Gubernur Maluku, KA Ralahalu dalam sambutannya, yang dibacakan Staf Ahli gubernur bidang SDM, Berthy Papilaja saat membuka seminar tentang resiko pekerjaan berbahaya bagi anak kerja sama Pemprov Maluku dengan ILO, yang berlangsung di Aula Disnakertrans Maluku, Kamis (16/6).

Kata dia, kebijakan Pemda terkait dengan perlindungan anak sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Maluku 2008-2013.

Terkait dengan itu, kata dia, kerja sama antara pemprov-ILO melalui proyek EAST, telah banyak memberikan kontribusi dalam pembangunan dan perlindungan anak di Maluku, salah satu di antaranya adalah dengan telah di susunnya Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Rencana Aksi Daerah dan Penghapusan Bentuk Pekerjaan terburuk untuk anak tahun 2011-2016. (S-16)

http://www.siwalimanews.com/show.php?mode=artikel&id=10328

Categories
On News Work Life

On News : Seminar “Resiko Pekerjaan Berbahaya bagi Anak” – Hari Dunia Menentang Pekerja Anak Prov Maluku

88,36 Persen Tak Diupah, Maluku Miliki 20.060 Pekerja Dibawah Umur

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=43&id=33050

Ambon, AE.- Tindak eksploitasi anak di Maluku tergolong sangat tinggi. Hal itu terlihat dari besarnya jumlah pekerja anak dibawah umur yang mencapai angka 20.060, dengan usia rata-rata 10-17 tahun. Ini terungkap dalam seminar peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak di Ambon, Kamis (16/6). Data itu disampaikan ILO Maluku, Lucky Lumingkewas. Anak di bawah umur adalah setiap orang yang belum genap berumur 18 tahun. Dari 20.060 pekerja anak dibawah umur tersebut, 7.529 adalah perempuan dan 12.531 laki-laki. Yang paling miris, sekitar 88,36 persen pekerja anak dibawah umur tersebut tidak mendapat upah dari hasil kerjanya. Jumlah pekerja anak di bawah umur tersebut tumbuh subur pada beberapa daerah kabupaten/kota di Maluku. Lumingkewas mengungkapkan, sesuai data Badan Pusat Satastistik (BPS) Maluku, jumlah pekerja anak di bawah umur di kabupaten Maluku Tenggara Barat berjumlah 1.116 orang, Maluku Tenggara 1.358 orang, Maluku Tengah 2.368 orang, Buru 1.675 orang, Aru 1.585 orang, Seram Bagian Barat 6.459 orang, Seram Bagian Timur 2.854 orang, Maluku Barat Daya 417 orang, Buru Selatan 907 orang, Ambon 1.054 orang, dan Tual 267 orang. Bahkan banyak diantara anak pekerja dibawah umur tersebut berkecimpung pada pekerjaan yang beresiko dan dapat mengganggu perkembangan kesehatan fisik, mental dan sosial anak. Misalnya, banyak anak dibawah umur di Kabupaten Aru yang berprofesi sebagai penyelam mutiara. “Pekerjaan ini sangat beresiko, karena menyebabkan rusaknya indra pendengaran juga dapat menyebabkan kematian,” terangnya. Selain itu, lanjutnya, banyak anak yang bekerja lebih dari delapan jam sehari. “Ini sangat memperihatinkan karena waktu kerja mereka melebihi jam kerja orang dewasa,” jelas Lumingkewas. Padahal, dengan usia anak yang baru berumur 10- 17 tahun tersebut seharusnya mereka tengah bergelut di bangku sekolah untuk mengejar cita-citanya. Menurutnya, kebanyakan pekerja anak dibawah umur dengan alasan membantu orang tua, karena keluarga terbelit masalah ekonomi. Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu yang diwakili Berty Paplilaja mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Maluku dalam memberikan perlindungan terhadap anak. Misalnya, dari segi pendidikan, Pemprov telah menjalankan pendidikan 12 tahun. “Ini untuk mengurangi jumlah anak yang putus sekolah,” katanya. Dari segi kesehatan, pemerintah telah melaksanakan program Asuransi Kesehatan Miskin (Askeskin) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). “Ini untuk mempermudah masyarakat, termasuk ibu dan anak untuk mengakses pelayanan kesehatan,” terangnya. Di bidang sosial, Pemprov Maluku telah memfasilitasi pelayanan sosial terhadap anak jalanan melalui fasilitas rumah singgah. “Ini bertujuan untuk mempermudah akses anak jalanan dan anak terlantar terhadap dunia pendidikan informal,” ujarnya. Selain itu, Pemprov juga tengah menggodok rancangan peraturan Gubernur tentang Rencana Aksi Daerah Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk anak. “Kita berharap peraturan Gubernur tersebut segera rampung,” tandasnya.

Categories
On News Work Life

BPS : 20.060 ANAK DI MALUKU JADI PEKERJA

Ambon, 28/4 (ANTARA) – Kepala Bidang Sosial Badan Pusat Statistik Maluku, Maritje Pattiwaelapia mengatakan, sebanyak 20.060 anak di provinsi itu menjadi pekerja dengan usia 10 – 17 tahun tersebar di 11 kabupaten/kota. “Sementara 3.130 orang lainnya menganggur dan 241.276 orang masih bersekolah,” kata Maritje saat mempresentasikan data pekerja anak 2010 di Maluku pada “Lokakarya Peningkatan Kapasitas Komite Aksi Provinsi Penghapusan Bantuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak” (PBPTA) di Ambon, Kamis.

Berdasarkan data BPS tersebut, dari 11 kabupaten/kota di Maluku, Seram Bagian Barat (SBB) menempati posisi tertinggi jumlah pekerja anak, disusul Seram Bagian Timur (SBT) dan Maluku Tengah (Malteng). Di SBB, jumlah pekerja anak sebanyak 6.459 dari total 31.618 anak. Sementara di SBT, anak yang jadi pekerja sebanyak 2.854 orang dari total 19.816 anak. Sedangkan Di Maluku Tengah, jumlah anak yang didata sebanyak 67.030 orang, namun yang jadi pekerja hanya 2.368 orang.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO) sejak 26 April dan ditutup siang tadi menghasilkan rancangan program Komite Aksi Provinsi PBPTA yang akan diserahan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dengan maksud diterbitkannya satu Peraturan Gubernur terkait penanganan masalah dan penghapusan pekerja anak. Ketua Program Lokal ILO “Education and Skills Training” (EAST) Perwakilan Maluku, Sinthia Dewi Harkrisnowo mengatakan, bila peraturan gubernur itu telah terbit, diharapkan dapat menjadi dasar hukum yang kuat dan memotivasi sejumlah instansi terkait yang memiliki program penanganan masalah anak, khususnya anak yang bekerja di sektor-sektor terburuk untuk dapat bekerjasama dan bersinergi.

“Bila ada dasar hukum terkait penanganan pekerja anak di Maluku, maka kerjasama lintas sektoral dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap masalah tersebut akan lebih kuat terjalin, termotivasi dan sinergis,” kata Sinthia. Berdasarkan UU nomor 1 tahun 2000, bentuk pekerjaan terburuk bagi anak diantaranya yang dilacurkan, bekerja di pertambangan, perkebunan, sebagai penyelam mutiara dan pembantu rumah tangga. Koordinator Program Provinsi ILO EAST Perwakilan Maluku, Lucky Lumingkewas mengatakan, anak yang menjadi PSK atau bekerja di tempat-tempat hiburan malam sudah dijumpai di Kota Ambon. Sedangkan di Kabupaten Buru, anak-anak bekerja di sektor perkebunan dengan menjadi penyuling minyak kayu putih atau membantu proses penyulingan. Sementara di Kabupaten Aru yang terkenal sebagai penghasil mutiara, anak-anak banyak yang bekerja menjadi penyelam komoditi tersebut untuk meringankan ekonomi keluarga. T.M030(T.KR-RMY/B/M027/M027) 28-04-2011 16:24:44NNNN

Categories
On News Work Life

ILO Gelar Kampanye Penghapusan Pekerja Anak

ILO Gelar Kampanye Penghapusan Pekerja Anak

Organisasi Buruh Dunia (ILO) perwakilan Maluku akan menggelar sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pada 18 – 20 Juli 2010, bertujuan mengkampanyekan penghapusan pekerja anak dan mencegah anak putus sekolah

Kegiatan tersebut antara lain lomba debat, pidato, baca puisi, penulisan esai , aksi teatrikal hingga acara puncak yakni jalan santai yang diikuti 700 anak putus sekolah dan siswa dari sembilan sekolah formal dan dua sekolah nonformal dengan mengambil “start” dari SMP Negeri 2 Ambon, kata Ketua Program Lokal Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan (Education and skill training/EAST) ILO Maluku, Sinthia Dewi Harkrisnowo kepada ANTARA di Ambon, Sabtu.

“Sebenarnya yang kami gunakan ini metode “3R’s SCREAM” yakni SUARAKAN penghapusan pekerja anak melalui pendidikan, seni dan media,” kata Sinthia Dewi Harkrisnowo .

Sinthia Dewi mengatakan, kegiatan yang akan dilakukan itu hanya bagian kecil dari program besar pencegahan anak putus sekolah dan penghapusan pekerja anak.

Untuk kegiatan tersebut, pihaknya menargetkan 467 anak yang merupakan sasaran penerima manfaat, terdiri atas 300 siswa usia 13 – 18 tahun dari sembilan sekolah formal tingkat SMP dan SMA dan sisanya 167 anak putus sokolah dari dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Ambon.

Sementara itu, yang telah diberikan untuk para guru atau tutor yakni pola mengajar terhadap peserta didik melalui seni dan media yang memberikan kesempatan kepada anak untuk lebih mengenal potensi dan bakat masing-masing.

Metode ini merupakan proses belajar yang menyenangkan dengan partisipasi anak didik lebih menonjol. Pada pola ini anak-anak diajak belajar sesuai minat dan bakat masing-masing, misalnya belajar Bahasa Indonesia dapat dilakukan lewat drama dan matematika melalui permainan.

Menurut Sinthia, metode belajar yang menyenangkan dan berfokus pada peningkatan partisipasi anak  biasanya banyak diterapkan di sekolah-sekolah berstandar internasional  di Jakarta.

“Children Center”

Sinthia mengatakan, dalam kegiatan tersebut juga ada peresmian “Children Center” atau Pusat Kegiatan Belajar dan Inovasi anak di SMP Negeri 2 Ambon disertai pemberian komputer, alat olah raga, buku-buku bacaan, dan buku pelajaran oleh ILO EAST Maluku. Wakil Walikota Ambon, Olivia Latuconsina akan hadir untuk meresmikan “Children Center” tersebut

“Kami berharap kalau nanti program ini sukses, pemerintah bisa mereplikasinya,” katanya.

Dia mengatakan, “Children Centre” itu tidak hanya akan digunakan oleh siswa-siswi SMP Negeri 2. Tetapi juga siswa-siswi yang rentan putus sekolah dari beberapa SMP terdekat.

“Anak-anak yang rentan putus sekolah itu akan diberikan bimbingan belajar gratis untuk semua mata pelajaran ujian nasional,” katanya. Dia berharap, melalui kampanye tersebut anak-anak bisa memiliki akses pendidikan yang lebih baik. Mutu dan kualitas pendidikan juga diharapkan meningkat.

“Melalui pendidikan yang berkualitas anak-anak bisa dicegah bekerja di usia sekolah. Kami juga ingin para orang tua dan masyarakat bertanggungjawab terhadap pendidikan anak, bukan hanya pihak sekolah,” ujarnya.

Berita oleh: ANTARA News Indonesia pada 17 July, 2010 – 20:00:27 WIB dibawah rubrik Nasional

http://www.antaramaluku.com. The one and only site Moluccans all over the world can reach hometown

Categories
On News Work Life

ILO Gelar Seminar Nasional Kontribusi Konseling Karir

9 Februari 2011 05:49 WIB

ILO Gelar Seminar Nasional Kontribusi Konseling Karir

Ambon (ANTARA News) – Organisasi Buruh Sedunia atau ILO Perwakilan Maluku akan menggelar seminar nasional Kontribusi Konseling Pendidikan dan Karir Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini. “Konseling itu bertujuan mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja dan merencanakan kariernya sejak dini,” kata Ketua Program Lokal Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan (Education and skill training/EAST) ILO Maluku, Sinthia Dewi Harkrisnowo kepada ANTARA di Ambon, Selasa.

Seminar tersebut diselenggarakan ILO bekerjasama dengan Universitas Pattimura Ambon dan Asosiasi Guru Bimbingan Konseling. Seminar diselenggarakan atas dasar pemikiran memberikan informasi dan menyamakan persepsi antara praktisi pendidikan dan pemangku kepentingan tentang penting dan mendesaknya konseling pendidikan dan karir sebagai layanan profesional dalam pembentukan karakter peserta didik untuk keberhasilan pendidikan dan karir di masa depan. Sinthia mengatakan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Rabu (9/1) di Swissbell Hotel, Ambon dengan menghadirkan para pembicara yang merupakan pakar pendidikan dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Padang (UNP) juga para guru BK, diantaranya dari SMA Taruna Nusantara.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) Maluku, Salim Kairoty dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) setempat, M. Jasin Payapo juga akan memberikan materi dalam seminar tersebut. “Seminar direncanakan dihadiri 350 peserta, terdiri dari para kadis pendidikan di lima kabupaten di Maluku, kepala sekolah, guru, mahasiswa dan siswa,” katanya.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan itu antara lain, adanya kesamaan wawasan, gerak dan langkah praktisi pendidikan dan pemangku kepentingan tentang pentingnya layanan konseling pendidikan dan karir serta kontribusinya dalam pembentukan karakter peserta didik. Selain itu, menindaklanjuti perubahan kebijakan pendidikan pada level DPRD, dinas dan sekolah berupa dukungan sarana prasarana, dana dan alokasi waktu untuk penyelenggaraan layanan konseling pendidikan dan karier. “Kami berharap kegiatan itu akan melahirkan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama pemangku kepentingan tentang pengarusutamaan konseling pendidikan dan karir di sekolah sebagai wahana pembentukan karakter peserta didik dari Maluku untuk Indonesia,” kata Sinthia.

(M030/Y006/K004) Editor: B Kunto Wibisono COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Categories
Work Life

Life Recipes

QUALITY OF LIFE:

“Hal yang menghubungkan orang dengan IMPIANNYA adalah KEYAKINAN dan KEPERCAYAAN untuk mendapatkannya, dengan KERJA KERAS, IMAN dan DOA untuk MERAIHNYA”.

“Bahwa di dalam terang kontingensi kita, yang pada gilirannya merupakan terang dari absurditas eksistensi kita, kita harus bertanggung jawab atas hidup kita. Kita tidak punya hak untuk meratapi nasib kita sendiri: Setiap individu menghendaki takdirnya sendiri; ia menghendaki karakternya sendiri, bahkan juga setiap keadaan dimana tindakan-tindakan karakter tersebut terjadi” -Sartre-


1. Belajarlah mencintai diri kita dan hidup kita.

2. Bangunlah sinergi dengan orang lain

3. Milikilah sikap mau bekerja keras

4. Hayati hati untuk selalu bersyukur

5. Membangun keinginan untuk selalu belajar

dikutip secara bebas dari bab bersahabatkan keberhasilan – Gede Prama-

“Kalau Cinta kasih itu sangat sederhana&diaktualisasikan dg cara2 yg sederhana maka kehidupan ini akan sesederhana arti cinta kasih. Alm. Paus Yohanes Paulus ke II, Bunda Theresa dari Calcuta,Khan, Moh. Yunus (Garmeen Bank – Bank Kaum Miskin) : adlh orang2 sederhana yg mengaktulisasikan arti kesederhanaan cinta kasih agar kehidupan setiap manusia di dunia ini terasa begitu sederhana dan indah untuk dilalui”. – 9reat9 personal reflection after watching “My Name is Khan” –

TEAM WORK:

“The Winner selalu berPikir mengenai KERJASAMA,

sementara

The Looser selalu berPikir bagaimana menjadi tokoh ATAU ORANG  yang paling berjaya”.

“Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama (MESKIPUN) DENGAN SESEORANG YANG KELIHATANNYA TIDAK LEBIH BAIK DARI KITA.