Categories
Uncategorized

2019: Day 19 Catatan Perjuangan dan Harapan Mama

Rest in love Mama

Setahun telah berlalu tapi rasa rindu dan rasa sakit itu masih ada…. Masih begitu jelas terasa bagaimana sulitnya mengatur emosi kami, emosi yang campur aduk, kami selalu berdoa dan berpengharapan Mama akan sembuh, disaat terakhir pun mama juga masih mengucapkan Tuhan sembuhkan aku, dan Tuhan sungguh menyembuhkan mama dengan caraNYA.

Malam ini menuliskannya dengan banjir air mata dan sesak sekali di dada, kerongkongan ini ada yang tertahan, Maaf aku rindu sangat, dan teringat detik demi detik hari demi hari yang kami jalani bersama….tidak mudah, bahkan berat sekali dijalani…tapi Mama membuat hari yang kami jalani menjadi lebih ringan, padahal mama yang sakit….. Mama selalu ga mau lihat kita sedih, mama ga mau mengeluh, disaat sakit dan menjalani terapi cuci darah, mama selalu bisa menghibur dan menyemangati teman-teman mama….

Itulah kenapa mama dicintai dan Ibu Jenderal ini selalu diingat dengan kecantikan dan semangatnya…. Tapi hari itu mama kedinginan, mama menggigil, dan rasanya kalau bisa aku gantikan posisi mama, ingin rasanya aku gantikan…. Sepertinya hari-hari yang harus dijalani perjuangan mama semakin berat…tapi entah bagaimana kami selalu berdoa memiliki harapan mama akan sembuh, seperti perjuangan yang selama ini kami lewati dan lalui….

Kami pernah melewati perjuangan 3 bulan mama diopname di rumah sakit, cuci darah bolak balik karawaci – RS cikini sampai harus tidur diruang tunggu pasien, karena menunggu giliran, sampai pernah vena mama bocor, darah tuh udah mengalir semua ke lantai, dan mama ga berasa karena dalam posisi tidur…inget betul waktu itu berat juga…. awal-awal mama menjalani cuci darah….

Tapi kali ini ada yang berbeda dan jujur kami antara kadang sadar dan tidak, ini berbeda dari biasanya, biasanya dalam arti, sebetulnya mama memang sudah cukup sering diopname dan 2 kali melakukan tindakan medis yang besar dalam 9 tahun terakhir, mungkin karena kami terlalu membutuhkan mama dan mama juga masih ingin bersama kami lebih lama lagi, dan itu yang aku ingat…Mama mau panjang umur…

Beb mama mau ikut kamu, kalau kamu tugas di Geneva apa di New York mama ikut yah, aku bilang, mah di bangkok aja yah kan deket, Iya di bangkok yah mama ikut kamu tugas kalau kamu ditempatin disana yah… mama udah bilang sama dokter mama, kalau nanti minta surat travelling biar bisa cuci darah di bangkok….

Hem…sebetulnya sebelum penempatan tugas, aku pernah mau ajak mama untuk travel ke bangkok, kebetulan memang aku tugas ke bangkok, dan aku ingin mama ikut, tapi dengan syarat, mama harus dapat ijin dari dokter… saat sudah mau berangkat semua sudah siap, passport, dll, ponakanku berencana jadi suster pribadi, travelling adalah hal yang membuat mama happy, makanya aku selalu ajak mama travelling atau jalan-jalan…

walau mama akan selalu bilang kamu jangan boros boros, kalau ada uang ditabung….yah ga boros buat nyenengin orang tua mana ada sih yang boros, lagian mama tuh kerja terus bisnis terus yang dipikirin, kalau ga dibawa jalan jalan gini mama pasti maunya kerja kataku. Makanya kadang temenku bingung kenapa kami sering banget staycation di hotel yang kebetulan dekat dengan rumah sakit mama cuci darah, ya karena itu…. karena mama ga bisa diem kalau dirumah……

oya kembali waktu rencana mau ke bangkok travelling bareng mama, ternyata dokter jantung mama ga mengijinkan karena jantung mama bermasalah…. aku inget banget momen mendapat kabar kalau jantung mama bermasalah…. aku sedang di bandung, tugas dinas…. entah karena mama sedih ga boleh travelling dan naik pesawat ,,, mama besoknya sesek  dan kakakku panik telepon aku karena mama sesak dan ga mau ke rumah sakit…. aku telepon mama dan paksa mama kerumah sakit…. awalnya mama ngotot ga mau….

Sampai akhirnya mama ngalah mau kerumah sakit dan aku dari bandung langsung ke rumah sakit…. kejadian ini cukup sering, mama susah sekali ke rumah sakit, mungkin bosen juga yah….karena sebenarnya cuci darah aja sudah seminggu 2 kali di rumah sakit… dan sebenarnya kalau mama sesak karena kebanyakan cairan, atau kebanyakan minum….. ditambah mama punya masalah dengan jantung, jadi makin lah sesek….

Tapi memang puji Tuhan kadang diopnamenya ga perlu lama-lama… Makanya selama perjuangan 33 hari itu, mama selalu bilang ke suster, saya ga pernah sakit kaya gini loh , ini baru pertama kali sampai kaya gini…sedih yah dengernya Ibu Jenderal jagoan kami yang paling kuat ….ga boleh turun dari tempat tidur bahkan…..

Mama mau sembuh , mama mau sehat lagi yah… Tuhan kenapa setiap mengingat ini berat banget yah kok sedih banget yah…. rasanya aku kurang merawat dan menjaga mama, rasanya selalu ingin berikan yang terbaik…rasanya ingin meminta maaf dan ampun jika aku belum bisa menjadi anak yang baik dan berbakti…..

Minggu-minggu ini kondisi mama kadang membaik, stabil dan kadang menurun, beberapa kali kamar mama dipindahkan….tapi kami masih bisa menemani mama tidur di kamar mama. Aku yang akhirnya memutuskan untuk selalu menjaga mama, karena aku yang paling peka ketika mama sesak nafas, entah bagaimana sepertinya ada alarm otomatis, yang walaupun mama ga bilang, aku langsung bangun dan tau mama sesek nafas…… Aku selalu terjaga ketika menjaga mama, itupun aku lakukan ketika tidur dirumah, aku akan selalu terbangun untuk melihat kondisi mama, cek mama dan bangunkan mama, memastikan mama ga sesek…

selain itu aku yang tidur sama mama, juga karena mama mau mandi dan bersih-bersih badannya hanya sama aku, jadi mandi dirumah sakit ini, yang memandikan keluarga pasien,,,, kami akan bangun jam 4 pagi untuk mengambil perlengkapan mandi pasien dan aku sebelum ke kantor pasti mandikan atau washlap mama dan suapin mama sarapan…

Kenapa jam 4 pagi? karena biar bisa dapet jatah air hangat dan perlengkapan mandi, kalau terlalu dingin kadang mama ga mau mandi pagi-pagi, hehehe….ada kalanya mama minta keluar dijemur kata mama…. tapi dokter bilang belum boleh karena kondisi mama terlalu mengkhawatirkan untuk keluar…

Itulah semangat mama, mama masih semangat untuk dijemur, masih berasa kuat mau turun dari tempat tidur…. kadang mama semangat , kadang mama juga capek

Hari mama pergi kenapa aku berjuang keras untuk iklas dan antara percaya dan tidak , antara siap dan tidak , untuk mengiklaskan mama , karena ku ingat hari- hari ketika mama sesak dan mama ga mau pake oksigen, padahal harus pake oksigen khusus, mama ga mau dan aku yang akhirnya memegang oksigen itu…. Mama bilang ke aku, kamu tega beb…. aku bingung….aku beneran bingung,,,,,, maksudnya apa….mama harus pake oksigen biar mama ga sesek… apa saat itu mama udah capek sehingga mau dilepas aja oksigen…ah aku ga tau…

Sudah banyak kebingungan yang aku alami, perasaan campur aduk…Dan aku ingat, hari itu mama bilang kamu kok tega, saat hari mama harus pergi kesurgaNYA, ketika dokter minta aku tanda tangan untuk ICU alat bantu pernafasan dan semua memakai alat bantu untuk mama tetap hidup, tapi aku ingat hari itu mama bilang capek, dan aku ga mau memberatkan kepergian mama kesurgaNYA.

Jangan ditanya aku gimana hari mama pergi, perutku seperti di tendang begitu keras, aku sampai menunduk dan membungkuk memegang perutkut sakit banget kaya ditendang, itulah stress akut aku…. air mata ga bisa lagi aku bendung, tapi aku harus kuat untuk bisa berdoa, dan saat terakhir kami berdoa terus bersama mama, sampai mama sudah begitu lemah aku peluk mama dan berdoa tepat di telinga mama, aku pegang tangan mama….aku bacakan semua doa , dan berulang kali aku bilang Tuhan baik, Tuhan baik, Tuhan baik, Tuhan sayang Mama, Tuhan akan jaga mama lebih baik dari aku bisa jaga mama. Tuhan sayang mama, entah kenapa aku mengulang itu terus selain doa bapa kami…..

Maaf yahh kalau curhat atau ceritanya lompat lompat, ga bisa ditahan ceritanya… beneran emosional banget tiap kali mengingatnya….dan memang harus ditulis karena ini salah satu terapi…. biar bisa cepet release dan ga lama-lama masa berkabungnya…. nanti bersambung yah masa-masa frustasi dan depresi setelah mama rest in love…

Sesi ini ceritain selama mama dirumah sakit diopname 33 hari sampai akhirnya perjuangan mama membuahkan kemenangan iman yang luar biasa…Mama berangkat  dan bangkit langsung bersama Tuhan di malam vigili paskah, tengah malam Paskah…

Luar biasa indah , karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk pergi disaat semua anak anak , mantu cucu kumpul dan berdoa bersama, dan Mama pergi sudah menerima sakramen perminyakan, menerima komuni kudus saat minggu palma dan mama berangkat di vigili paskah…… Dan salah satu tante teman gereja yang membantu ibadah pemakaman mama juga bilang, prosesnya begitu indah walau sederhana, pasti Mama kamu orang baik dan doanya kenceng banget….

Aku begitu terharu mendengarnya….mama memang orang berhati baik, walau begitu tampak keras dan ga pernah menyimpan kekesalan atau kebencian jadi diomongin langsung, tapi hatinya luar biasa baik….Aku selalu bangga jadi anak mama…. anak kesayangan mama tepatnya…. Ma selalu damai, tenang dan bahagia disurgaNYA yah ….

to be continued….

(tulisan ini bagian dari terapi saya, jadi tidak ada proses review dan editing yah)

By 9reat9

Love writer and hunter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s