Categories
Uncategorized

2019: Ketika Cahaya Hidupku Redup; “Catatan 33 Hari Perjuangan dan Pengharapan

“Tuhan tak pernah janji. Langit selalu biru. Tetapi Dia berjanji Selalu menyertai.
Tuhan tak pernah janji Jalan selalu rata. Tetapi Dia berjanji Berikan kekuatan.
Jangan pernah menyerah Jangan berputus asa. Mujizat Tuhan ada Saat hati menyembah.Mujizat Tuhan ada Bagi yang setia dan percaya.”(Lagu ini selalu kami mainkan di HP mama dan menemani perjuangan 33 hari Mama dari opname sampai akhirnya berangkat ke surgaNYA.)

20200329_180819

Ini photo pas kita belum dapet kamar mesti nginep di UGD

Jika aku masih bernafas dan mampu menjalani hidupku hingga saat ini itu karena cinta dan kebaikan Tuhan, Minggu, 21 April 2019 saat Vigili Paskah pukul 01:30  adalah hari dimana aku kehilangan seseorang yang menjadi alasan kenapa aku hidup dan berjuang selama ini, Ibuku, cahaya dan cinta hidupku. Ibuku yang tanggal dan bulan lahirnya bahkan sama dengan aku. Ibuku yang memiliki kedekatan secara emosional denganku. Aku tidak pernah sanggup membayangkan hidupku tanpa kehadiran Mama. Bahkan aku pernah berdoa beberapa dekade yang lalu ketika aku masih begitu muda beliau “Tuhan, aku rasa, aku tidak akan pernah sanggup hidup tanpa Mama, kiranya Tuhan ambilah nyawa ini terlebih dahulu, karena sungguh aku tidak mampu membayangkan hidupku tanpa Mamaku. Aku sangat mencintai Mama dan semua yang aku lakukan dan aku perjuangkan untuk membuat Mama bahagia dan bangga. Setiap hari aku berdoa kepada Tuhan agar memampukan untuk menjaganya dan membahagiakan Mama.

Dan sejak akhir 2014, aku memiliki waktu secara berkualitas untuk merawat, menemani dan menjaga Mama di kampung halamanku dan kota kelahiranku, iya kami tinggal berdua saja dirumah, bahkan aku selalu tidur berdua dengan Mama, bahkan sampai saat dirumah duka pun, aku menemani tidur mama Mama yang sudah berada didalam peti, aku tidur dibawah dirumah duka itu 😥 Dan ada momen dimana aku sendirian dirumah duka dan kami berdua saja…. ah rindunya setiap pagi dan malam mencium kening Mama dan mengucapkan selamat pagi dan selamat malam, diiringi dengan i love you and God bless you Mama….:)

Akhirnya aku memaksa diriku untuk menuliskan catatan harian selama 33 hari perjuangan Mama sampai akhirnya Mama mengalami kemenangan yang sungguh indah. Mama pergi disaat semua anak, mantu dan cucu Mama berkumpul dan disaat semua umat sedang merayakan malam Paskah. Aku menuliskan ini dengan air mata yang berlinang, masih ada lubang besar dihatiku dan ketika semua orang bilang cepet yah sudah setahun ternyata Mama meninggal dunia, dalam hati aku berkata, buatku lama sekali.. Karena aku hancur, sungguh hancur saat Mama pergi, duniaku gelap, bahkan aku tidak tahu harus apa saat itu, cahayaku redup, jiwaku hilang, dan rumah menjadi tempat yang aku benci apalagi ketika aku sendirian. Aku benci ketika aku harus menangis meraung-raung, mencari Mama dan sungguhkah ini terjadi ? aku sungguh berharap ini mimpi dan jika ini mimpi aku tidak akan mau bermimpi seburuk ini…..

Dan yang membuat aku semakin depresi, aku tidak pernah mampu menangis dan mengekspresikan kesedihan di depan keluarga dan teman-teman aku, entahlah… jadi rasa sakit itu sungguh menetap dan disatu sisi akupun merasa sangat bersalah, karena sungguh aku ingin Mama tenang disurgaNYA aku tau ini yang terbaik untuk Mama. Mama sudah tidak sakit lagi, aku juga sudah tidak sanggup sebenarnya melihat mama kesakitan, tapi kadang aku berharap mukzizat Tuhan, aku ingin Mama lebih lama lagi agar aku bisa membahagiakan Mama dan menjaganya dengan hidupju.

Aku tau sungguh perasaan aku sama Mama itu sama, malam setelah pemakaman Mama, aku tidur ditempat biasa kami tidur berdua, setelah 33 hari aku memilih untuk tidur di rumah sakit menemani Mama. Malam itu aku merasakan ada yang memeluk begitu erat…dan aku yakin itu Mamaku…. Itu pelukan balasan dari Mama, karena detik-detik nafas terakhir Mama aku memeluk mama begitu erat, ku bisikan doa di telinga Mama, dan kupegang tangan Mama erat sambil aku bilang “Mama pergi ke surgaNYA dalam damai yah Mama, Mama percaya Tuhan baik, Tuhan sayang Mama dan Tuhan akan jaga Mama lebih baik dari aku bisa menjaga Mama. Aku akan baik-baik aja…..

Aku sampaikan aku akan baik baik saja, karena aku yakin Mama berat sekali meninggalkan aku, beberapa malam di opname di Rumah Sakit, namakulah yang disebut Mama dalam tidur Mama. Kata kakakku Mama mengigau dan manggil nama kamu , nama lengkap kamu yang Mama sebut, padahal aku loh yang lagi jagain Mama kata kakakku 🙂

Aku menuliskan catatan harian ini sebagai terapi aku, melihat kembali untuk menyadari bagaimana Tuhan setia menyertai perjuangan kami, khususnya Mama. Dan kasih dan pertolongan Tuhan tidak pernah habis-habisnya , bahkan sampai detik ini. Terima kasih Tuhan….

Perjuangan Mama dimulai hari Kamis 19 Maret 2019, sejak mama cuci darah, aku selalu menyempatkan setiap Senin dan Kamis menemani Mama cuci darah ataupun pulang kantor bareng Mama. Kebetulan kantorku dan Rumah Sakit cuci darah Mama tidak jauh,  dan kamis hari itu kami pulang bareng, aku dari kantor dan Mama abis dari RS. Kami memutuskan dinner bersama, seperti biasa kami pasti dinner, karena Mamaku suka susah makan, jadi setelah HD semua yang Mama mau makan pasti kita turuti. Malam itu, seperti biasa tidak ada sesuatu yang mencurigakan, hanya ketika perjalanan pulang tiba-tiba Mama ketika bicara, tidak mampu menyelesaikan setiap kalimatnya, kami pikir saat itu Mama kekurangan oksigen atau tensi mama sedang tinggi.

Padahal saat itu terjadi kita sudah didepan rumahku, akhirnya aku sangat khawatir dan berpikir sepertinya ada yang salah ga biasanya Mama tidak bisa menyelesaikaan kalimat Mama, iya aku yang selalu berlebihan dan khawatir kalau sesuatu terjadi dengan Mamaku. Akhirnya kata kakaku, mungkin mama kurang oksigen, jadi kita langsung isi tabung oksigen dirumah, memastikan penuh. Kami punya tabung oksigen karena mama beberapa kali sesek nafas kalau sudah kebanyakan minum.

Aku mikir mungkin juga sih, mama kecapean…Akhirnya setelah mama minum obat, mama istirahat. Besok paginya, mama sedang ngobrol dengan adik sepupuku dan mama tetap tidak bisa menyelesaikan kalimat Mama. Aku langsung deg-degkan khawatir dan telepon kakaku, Mama harus segera dibawa kerumah sakit karena ini udah ga beres, secara fisik mama sehat, tapi aku curiga kenapa tidak bisa menyelesaikan kalimat Mama. Tapi mamaku itu penuh semangat dan sukacita, jadi kalau mama tidak bisa selesaikan kalimat, Mama pasti ketawa sendiri 🙂

Akhirnya kami memutuskan langsung ke RSPAD, aku dadakan cuti untuk antar mama, Puji Tuhan, di kantorku mendapatkan keleluasan untuk bisa cuti dadakan, karena kantorku sudah paham bahwa aku menjaga Mama. Dan memang Mama sejak 2010 juga sudah beberapa kali  bolak balik opname.

Sampai dirumah sakit dokter menyampaikan bahwa Mama terkena stroke, itulah kenapa mama tidak bisa menyelesaikan kalimat Mama. Saat di UGD Rumah Sakit mama masih seger dan sehat, tidak ada yang mengkhawatirkan. Namun yang buat cukup challenging adalah Unit Stroke itu penuh dan mama harus menunggu untuk dapat ruangan. Kondisi UGD itu cukup buat stress yah sebenarnya, jadi Mama juga jadi ga nyaman dan ga sabar, tapi kondisi Mama masih stabil dan sadar. Akhirnya mama harus menginap di UGD untuk menunggu kamar di unit stroke.

Kami menginap di UGD, aku tidur sebelah mama, dikursi maksudnya. Dan sudah bawa baju kerja untuk besok kerja berangkat dari RS. Kata kakakku tinggal nunggu kamar aja dan mama juga masih stabil kondisinya, masih sadar, mau makan bahkan besok paginya Mama juga masih bisa jalan ke kamar mandi. Abis bersih bersih pagi, dan sarapan pagi aku bilang mama, aku boleh ke kantor apa engga? Mama bilang udah gpp ke kantor aja, kan ada kakak dan ponakanku yang jaga mama. Abis suapin mama sarapan, aku akhirnya mandi di kamar mandi mushola, karena kamu belum dapat kamar kan. Abis itu aku pamit ke kantor.

Selama di kantor aku bolak balik  telepon kakaku, dan belum dapat kamar juga. Sampai akhirnya siang itu kakaku telepon dengan panik, kamu cepat kerumah sakit Mama kena serangan, cepet kamu kesini. RS tidak jauh dari kantor, aku langsung meluncur, dan aku lihat mama yang masih di UGD terkena stroke, mata, mulut dan tangan semuanya goyang dan kejang-kejang… Aku pegang dan bacakan doa untuk Mama, aku mainkan lagu Bapa Kami yang ada di HPnya Mama, saat itu aku sungguh tidak sanggup dan tidak tega lihat kejang mama sangat kesakitan. Lalu dokter memutuskan untuk mensuntik mama dengan obat penenang.

Kakaku sudah menangis keras, karena khawatir mama ga bangun lagi setelah disuntikan obat penenang itu. Aku biasanya kalau kakaku panik, selalu yang paling dapat tenang dan memaksa diriku untuk tenang, Puji Tuhan mama bangun, dan aku langsung telephone dokter mama, sampaikan kondisi mama dan berharap segera bisa dapat kamar. Aku telephone dan minta doa kepada tanteku dan kakakku yang lain, kakakku sedang di perth saat itu, jadi aku telepon kakak ipar dan para ponakanku. Puji Tuhan  akhirnya sore itu, kami semua berkumpul diUGD, dan aku memutuskan untuk mencari Pastor untuk memberikan Mama Sakramen Perminyakan atau Pengurapan orang sakit.

Aku ditemani tante dan kakak iparku mencari pastor di beberapa gereja, beberapa pastor tidak bisa sampai akhirnya kami mendapatkan pastor disebuah biara. Puji Tuhan sekali beliau bisa. Kami kembali menuju ke UGD, dan kebetulan tidak jauh biara tersebut dengan rumah sakit mama. Ketika di UGD keluarga kami sudah berkumpul, aku lihat mama sudah dipasangkan alat-alat monitor, dan mama bangun dari tempat tidur dan marah melepaskan semu alat-alat itu. Mama kesel karena pengen segera masuk kamar perawatan di Unit Stroke. Setelah melihat kondisi kamu memutuskan ibadahnya sebaiknya di kamar perawatan saja, setelah mama dipindahkan ke kamar. Dan Puji Tuhan setelah sampai kamar, Mama jauh lebih tenang dan walaupun ngomongnya masih cadel, tapi sudah sedikit jelas dan mama ga perlu pake sonde (selat makan dari hidung). Aku ga kebayang sih kalau situ mama makan pake sonde, pasti mama tambah drop lagi.

Sampai di ruang perawatan teman-teman kantorku datang, aku begitu terharu dengan kedatangan teman-teman kantorku, dan aku minta maaf karena mama baru masuk kamar dan baru akan dimulai ibadah, akhirnya teman-teman kantorku yang nasrani mengikuti ibadah. Inilah terharu dan bersyukurnya aku, ibadahnya cukup ramai dan banyak yang mendoakan. Setelah menerima sakramen perminyakan, mama jauh-jauh lebih tenang, dan kata Ibu-ibu teman kantorku “Mama kamu sangat tenang dan damai yah tadi pas ibadah”

Setelah ibadah, tante, ponakan, sepupuku dan keluarganya pada datang ke rumah sakit, Mama senang sekali, bahkan walau ga bisa lancar ngomong mama bilang itu tante dan sepupuku disuruh bawa makanan (ponakanku bawain kue-kue setelah pulang kantor gitu). Mama itu selalu memikirkan orang lain, bahkan disaat sakit seperti ini, orang lain tetap mama pikirkan dan pastikan mereka semua terlayani dengan baik.

Mama juga punya keahlian dalam menahan rasa sakit, penuh semangat dan sukacita dalam perjuangan sakit mama, aku ingat sekali saat itu mama pengen ngomong tapi susah kan yah, setiap susah ngomong mama pasti ketawa….bayangkan mama ketawa karena lucu aja kok bisa ngomong tapi ga jelas dan ga bisa nyelesaikan omongannya. Waktu aku bercandain, apa ma? mama mau nonton ke XXI, mama ketawa bahagia banget…. Begitulah mama kami, masih bisa penuh semangat dan sukacita. Malam itu mama sungguh mengalami perkembangan, walau cadel tapi mata dan bibir mama semua NORMAL KEMBALI. Ga miring sama sekali dan ga kejang seperti pasien stroke lainnya. MUKZIZAT TUHAN luar biasa memang. Mama juga sudah mau makan dan bisa video call dengan kakaku yang di perth. Ada satu hal lagi yang bikin aku terharu, ponakan laki-lakiku menangis ketika melihat mama diruang perawatan, Mamaku malah ketawa dan bilang, kamu kenapa benz …Mama gpp kok, kenapa nangis sih, sambil mama ketawa lagi.

Ponakanku sangat sedih, Mama kami yang selalu kuat,tegar dan JENDERAL perang itu sempat terkulai lemah dan kejang. Saat itu melihat progress mama dan ibadah sakramen perminyakan berjalan lancar, aku cukup tenang, tidak ada pikiran jelek tentang apapun, dan seperti biasa aku yakin Mama pasti sembuh.

Setelah semua keluarga pulang, seperti biasa aku, kakakku dan ponakanku kesayangan Mama, menginap di RS, karena mama masih belum bisa tenang dan masih suka marah-marah, suster dan dokter meminta kami untuk menemani mama tidur di kamar, padahal harusnya ga boleh, tidurnya harus di ruang tunggu pasien diluar kamar. Aku sangat senang temani mama tidur, yeaay seperti biasa kami tidur berdua dirumah kami. Mama bobo dengan tenang malam itu. Aku juga demikian.

Besok paginya mama seperti biasa bangun pagi, dan mama minta diantarkan ke kamar mandi, mama ngotot jalan ditemenin ke kamar mandi, padahal sebenarnya ga boleh mama turun dari tempat tidur. Tapi aku udah tau sih mama aja susah disuruh pake pampers kalau ga dipaksa apalagi disuruh di tempat tidur aja.

Begitulah Ibu Jenderal kesayanganku ini loh…. sampai pernah ada suatu kejadian ketika dokter belum cek mama yah dan mama ga sabar, mama turun dari tempat tidur dan datengin dokter itu, sampai kaget banget dokternya lah ini pasien kok jalan jalan dan nanya saya kok belum diperiksa sih dok…. Sampai susternya dimarahin dokter…..

Mama hari itu seger banget dan aktif banget, latian ngomong terus, dan memang jauh lebih lancar. Makan juga ga perlu pake selang, makan nasi seperti biasa…sejak hari itu dan beberapa hari kedepannya mama sebenarnya sudah aktif, seperti mama sudah dandan sendiri sebelum cuci darah. Mama itu ibu jenderal dan oma cantik yang pasti selalu rapih dan harus dandan kalau cuci darah. Mama itu sangat terkenal dan dikenal dari tukang parkir, tukang kantin, satpam,  duh semua unsur dirumah sakit deh. Bangga banget deh jadi anaknya Ibu Jenderal yang selalu terkenal akan kebaikan hatinya, kecantikan dan semangatnya.

To be continued yah…

 

 

By 9reat9

Love writer and hunter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s