Categories
Daily Journey Religious

Setelah 7 Tahun Berhibernasi dari Menulis

12647549_10153415768418014_2302017790141918239_n

Teringat perkataan kawan baik saya waktu jaman kuliah “Gw ga pernah tuh kaya loe, hidup dan kelakuan gw kayanya  datar aja , ga kaya loe pernah badung banget, terus pernah baik dan alim banget, naik turun grafiknya pasti dinamis banget dan artinya hidup loe itu banyak kisah yang menarik!” 

Lalu saya bilang” ya, ga gitu juga sih, mungkin pas grafiknya turun naik ga beraturan, itu masa-masa hidup gw diwarnai “serangan” hahaha”, “maksud loe ?” kata temen saya “Iya maksud gw kalau grafiknya naik turun ga beraturan gitu jadi kaya grafik kondisi jantung kalau lagi kena serangan jantung hahahha, ga bagus juga kan, perlu ada tindakan biar jantung/hidup gw balik lagi ke sehat/stabil”

Setelah beberapa tahun mengalami kondisi grafik kehidupan yg bagaikan grafik “serangan jantung” di kehidupan saya ini, akhirnya saya memutuskan kembali menulis lagi di blog ini. Mungkin menulis kembali tentang perziarahan saya, khususnya pada waktu yang telah lewat, memampukan saya untuk lebih peka dan mensyukuri setiaNYA penyertaan Tuhan dalam kehidupan saya.

Bagaikan pasien yang survive dari serangan jantung, saya harus dan wajib untuk merubah semua pola pikir, pola hidup, dan banyak-banyak olahraga, Dan kalau ingin sungguh-sungguh fit dan “survive”, maka saya harus KONSISTEN!!! Konsisten dengan niat dan upaya baik untuk tujuan yang baik itu tidak mudah loh, apalagi dalam hal-hal yang terkait dengan vitalitas emotional, spiritual dan jiwa (soul)!!! Beberapa perjalanan mengajarkan saya pentingnya menjaga kemurnian dan kepekaan hati, pentingnya untuk berpikir positive dan terus berpengharapan disaat-saat sulit dan kritis, pentingnya hati yang gembira yang penuh syukur sebagai bensin sekaligus motor penggerak kehidupan kita!!!

 

Saya juga bingung sih dan tidak pernah membayangkan bahwa memelihara kestabilan pola hidup dan kebiasaan baik itu ternyata sulit hahahaha… Mungkin karena saya pernah berada di masa-masa penuh daya, penuh passion, dan semangat yang selalu terbakar untuk selalu memperbaiki diri saya dan memberikan yang terbaik dari saya untuk karya-karya saya… Bahkan ada masanya ketika saya curhat ke teman-teman kalau saya sedang at my lowest point, sedang lemah dan terjatuh, pasti pernyataan mereka “Hah, masa sih beb, kok bisa sih, kayanya engga deh, loe kan selalu semangat dan kuat gitu loh….” atau “Kok Bisa sih loe gitu, kan selama ini loe yang selalu semangat membara dan kayanya loe baik-baik aja, jangan terlalu keraslah sama diri loe!….”

1606954_10152028022778014_140664583_n

Ya………………………………………that’s life! ada kalanya kita semangat banget dan rasanya pengen juga buat orang lain se-semangat kita, se-konsisten kita dalam berupaya baik untuk kebaikan, tapi ternyata dalam perziarahan saya beberapa tahun yang telah lewat dan “baru” akan saya catatkan”kembali” di blog ini, saya (sedang) sampai pada titik “Saya harus berusaha dan bekerja lebih keras untuk memperbaiki dan menempa diri saya!, Karena hanya saya dan Tuhan lah yang paling tahu kebenaran tentang hati saya, dan titik baik dan balik saya. Sayalah yang paling tahu kualitas diri dan nilai-nilai hidup yang saya pegang!”  DAN! “Saya harus terus “membakar” api semangat saya agar terus menyala-nyala sehingga saya selalu dimampukanNYA untuk setia dan selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup, kualitas nilai-nilai kehidupan,  dan kualitas karya-karya saya, Saya tidak boleh lemah dan api semangat saya harus terus membara!!!

Mungkin sama seperti foto diatas yang saya ambil di salah satu wilayah di Kabupaten Kupang, ada masanya jiwa saya bagaikan pohon kering dan bagaikan ladang yang cara membersihkannya dengan membakar ilalangnya, awal-awalnya akan berantakan dan membahayakan, apalagi jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan dengan perencanaan pembukaan kebun yang baik, atau samalah seperti gunung vulkanik yang pada awal-awal erupsi terasa menyulitkan dan membahayakan tapi seiring berjalan waktu yang tadinya lahar-lahar dan asap yang membahayakan dapat berubah menjadi material yang menyuburkan tanah di sekitar gunung vulkanik tersebut! Intinya tetaplah setia dan percaya pada proses-proses yang menuntun dan mempersiapkan kita ke arah dan kondisi hidup yang lebih baik dan untuk kebaikan!!! Semua yang diraih dengan instant, hilangnya juga akan instant, dan btw yah harga makanan cepat saji juga lebih murah hahaha(bercanda loh)!!!

Saya juga jadi inget dengan pernyataan bahwa input yang baik maka outputnya pasti baik? Misalkan yang dimaksud disini dengan input adalah bibit/benih tanaman, maka jika awalnya bibitnya ini pun jelek, maka jika benih ini melalui proses penanganan yang baik  agar bisa jadi bibit yang berkualitas dan bersertifikat (apaan sih nih halah) …maka benih/bibit itu bisa menjadi bibit yang baik…..Yah udah bibitnya baiknya, toh tetap harus di rawat kan, ga langsung sebar atau tanam bibit langsung tumbuh tanaman yang hasilnya berkualitas! Jika saya andaikan proses tersebut dengan kehidupan saya, ya walau proses-proses perbaikan bibit dan proses “pengelolaan dan perawatan bibit dan lahan” itu pastinya memakan waktu, usaha, energi dlsb, harus jatuh bangun, harus garuk-garuk aspal dan berdarah-darah (udah yah stop curcolnya, hehehe) tapi harus dilalui loh, dan yang terpenting bagaimana cara kita melaluinya 🙂

Long story short, saya berharap dengan menuliskan kembali niat, menuliskan kembali cerita metamorfosis saya ini dan tahun yang telah berlalu, saya bisa diingatkan untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi input yang baik, input yang berkualitas, mampu menjalani proses-proses perbaikan dan perubahan ke arah yang lebih baik dan hidup yang lebih berkualitas, akan saya jalani proses tersebut dengan sabar, penuh sukacita, dan selalu ingat juga kewajiban saya sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang berakal dan berbudi untuk juga menjaga lingkungan sosial, menjaga lingkungan hidup dengan berkarya ataupun berbagi hal yang baik ke sesama saya, dimulai dari yang terdekat dan dengan kebaikan-kebaikan kecil yang harus saya lakukan lebih sering dan setiap harinya….Ya seperti doa dari mazmur hari ini “Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu”

Selamat Memulai Minggu yang Baru dengan Semangat Baru dan Terbaharukan!!!

“Tetap sehat, semangat dan menjadi berkat bagi sesama yang membutuhkan sahabat!!!”

–Jakarta 04 Maret 2018–

*) Foto-foto di blog ini 99% adalah koleksi pribadi dan saya sendiri yang menjadi photographernya.

*) Foto-foto di tulisan ini diambil ketika saya bertugas di Kabupaten Kupang NTT, tahun 2014.

By 9reat9

Love writer and hunter

3 replies on “Setelah 7 Tahun Berhibernasi dari Menulis”

Hahahha dah di follow jg kakkk, tp pemandangannya emang keren yaaaa, mau kesana suatu saat nanti, slh satu impian, keep writing yaa kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s