Categories
Daily Journey Work Life

Curber (Curhat Bersambung)

“Setelah kemarin seharian mengarungi lautan Maluku dgn Speed Boat, dibanting-banting ombak dan melihat indahnya hospitality keramahan masyarakat dipulau Seira-Maluku Tenggara Barat. Pagi ini terbang 2 jam dg Trigana Airlines dari MTB utk berlabuh di Ambon dan beristirahat. What a remarkable mission!thank YOU for giving me opportunity found precious “pearls” in my life!!” on sunday. Taken from my Facebook status

Hi blog lama bow tak bersue…..wuidih blog yang mengunjungi dirimu ada 300an sudah (eits serius ini berdasarkan blog stats and u know what blog….itu angka tidak termasuk penciptamu kalau lagi buka kamu loh.. Wah wah semoga dirimu bisa sedikit berguna bagi yang membacamu….WALAUPUN itu bukan tujuan utama kamu diciptakan, karena sebenarnya kamu itu lebih berguna bagi (PENCIPTAMU – a.k.a Gw)!!!hehehhee……tapi baguslah kalau ternyata kamu (blog –red) bisa berguna untuk lebih banyak orang…biar penciptamu belajar tidak egois dan egosentris toh? Toh…..

Blog kali ini gw mau share indahnya pengalaman travel gw ke Maluku Tenggara Barat (MTB).

“On mission to Maluku Tenggara Barat (Saumlaki). Hope it will be a great mission. Happy day and blessing life. Life is beautiful and never flat!!Gbusat 6:56am via Mobile Web. Taken from my FB status.

Biasa tugas kantor blog, kalau istilah kantor gw “MISSION”. Mission gw kali ini 3 hari aja efektifnya, karena hari ke 4 atau hari Minggu pagi gw udah balik ke based yaitu kota Ambon. Jadi 2 hari waktu untuk negosiasi, koordinasi, dan advokasi dengan Pemkab MTB dan 1 Hari Field Visit untuk identifikasi dan assessment.

Setiap hari dalam Mission gw kali ini pasti berkesan lah…tapi blog yang paling remarkable itu adalah one day trip by Speed Boat to Seira Island. Sampai gw tulis di status FB gw loh, sangking senengnya:

“Setelah kemarin seharian mengarungi lautan dgn Speed Boat,dibanting ombak dan melihat indahnya hospitality keramahan masyarakat dipulau Seira-Maluku Tenggara Barat. Pagi ini terbang 2 jam dg Trigana dari MTB utk berlabuh di Ambon dan beristirahat.What a remarkable mission!thank YOU for giving me opportunity found precious “pearls” in my life!!” on sunday. Taken from my Facebook status

Ini adalah kali kedua gw mengunjungi MTB dengan ibukotanya Saumlaki. Kedatangan kali ini gw datang sendiri, karena biasa gw mission didampingi oleh Mitra Pelaksana Program kami yang biasa kami sebut dengan Implementing Agencies.

Gw datang sendiri blog karena memang khusus ditugaskan untuk melakukan negosiasi untuk penguatan kerjasama dengan Pemkab MTB. Negosiasi ini dilakukan untuk memastikan komitmen sharing budget dan detail bentuk bantuan Pemkab MTB bagi 160 Pemuda dan Pemudi putus sekolah di MTB yang akan kami (diimplementasikan melalui Mitra kami) berikan Pelatihan berstandar kompetensi nasional (SKKNI) untuk Keterampilan Budidaya Rumput Laut dan Kewirausahaan. Mereka juga akan disertifikasi loh di Tempat Uji Kompetensi, jadi kompetensi mereka akan diakui secara otentik dan legal. Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan Kerja yang diberikan ini tujuan akhirnya adalah untuk penciptaan lapangan pekerjaan untuk pemuda/I khususnya di MTB dan pada umumnya di Propinsi Maluku. Tapi khusus untuk Program Integrasi Keterampilan Budidaya Rumput Laut dan Kewirausahaan ini tujuannya adalah mencetak Pengusaha Muda di bidang Budidaya Rumput Laut.

Yah ini hanya sekedar penjelasan singkat latar belakang gw ke MTB. Untuk detail Misi yang kami lakukan please visit: www.ilo.org search Education and Skills Training (EAST) for Youth Employment Project in Indonesia.

Jadi (hahaha kok langsung jadi yah, mane prosesnye….). Ok ok serius nih yah….

Seperti yang gw ceritain diatas blog, bahwa yang paling berkesan bagi gw adalah perjalanan ke Pulau Seira, tepatnya Desa Adaut dan Desa Bwariat. Yup perjalanan ini menjadi berkesan karena dilakukan pada saat seharusnya gw LIBUR (huaahahahha kok jadi CURHAT, ga kok bercande). Iyalah berkesan karena berangkatnya Pagi Bener (utk hari libur yah =) dan gw Ga Mandi!! hia hia hia (serius amat loe!!). Ok ok ok…..Lanjut mang*&……..

Perjalanan itu menjadi salah satu perjalanan yang sangat berkesan karena hanya dalam satu hari gw bisa dapetin banyak hal yang indah blog untuk diri gw. Yup dalam satu hari itu gw bisa menyadari bahwa Tuhan itu SELALU ADA, TUHAN sangat baik dan teramat baik, TUHAN selalu memberikan jalan dan penghiburanNYA bagi orang yang meminta dan yang terpenting gw menemukan MUTIARA KEHIDUPAN bow!!Serius gw

Walaupun awalnya gw sempat malas travel dengan Speed Boat mengarungi lautan karena gw sedang sakit dan malam sebelumnya gw insomia berat (takut tambah masuk angin bow). Udah gitu malam sebelum travel itu Direktur salah satu mitra kami menginformasikan bahwa berdasarkan rekan beliau yang tugas di MTB, Ombak sedang tinggi sepertinya tidak mungkin bisa melakukan perjalanan melalui jalur laut. Jiah bikin parno aja, tapi emang sih bulan lalu ketika gw Mission to MTB, Field Visit terpaksa ditunda karena factor cuaca. Mau bagaimana lagi jalur laut adalah satu satunya akses menuju pulau-pulau tersebut.

Kekhawatiran pasti adalah blog karena selain karena factor yang tersebut diatas mendadak Hari H Bapak A dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang selama ini menjadi kontak person gw di Dinas Kelautan dan Perikanan MTB, ternyata tidak bisa menemani gw travel ke Pulau Seira. Jadilah beliau menugaskan 2 orang staffnya yang bertugas sebagai pengemudi Speed Boat dan kru, merekalah yang akhirnya menemani saya. Tapi, jangan bayangkan kalau staffnya tersebut menggenakan pakaian seragam dinas intansi pemerintahan dan berpenampilan PNS pada umumnya lohh…. Mungkin karena mereka terlalu sering di lapangan (a.k.a di Laut) maka mereka jadinya tidak berperawakan seperti PNS. Maaf loh gw hanya berusaha untuk menggambarkan mereka dengan sedikit lebih rinci, karena penampilan mereka yang seperti itu merupakan hasil dari totalitas mereka bekerja. (gw aja sekarang hitam kelam bow……*sigh, curhat* mahal deh biaya perawatan!*!%* hehehe). Tapiii mannn gw salut dengan totalitas and passion mereka dalam bekerja, bayangin aje Sabtu yang seharunya libur mereka (and gw lah pastinya, hihihi tetep mau exist) seharian di tengah lautan dan tau kan Speed Boatnya ga ada atap jadi deh kita berjemur dibawah teriknya matahari, loe jangan bayangin ye speed gw speed-speed ala JAMES BOND yang bisa berbikini atau menikmati White Wine.

Yah mungkin belum terlihat yah totalitas mereka nah gw tambahin nih ceritanye, jadi blog walaupun mereka udah cape dan kerja ketika hari libur, mereka tetap semangat loh waktu disuruh lanjutin lembur sampai malam (beuh bayangin mendingan lanjutan libur ye…ini lanjutin LEMBUR). Saya sudah sampai di Hotel untuk beristirahat dan leyeh leyeh, malam itu mereka masih harus melanjutkan pekerjaan mereka di Kota Saumlaki untuk membeli bensin dan mempersiapkan logistic untuk keberangkatan perjalanan dinas salah satu instansi esok paginya (waktu Gw tlp salah satu awak speed jam 21:00 WIT mereka masih membeli bensin). Wah jangan bayangkan bensin itu tinggal dimasukan kedalam tangki bensin layaknya pengisian bensin mobil. Bensin yang dibeli itu bergalon-galon dan harus dipanggul menuju Speed Boat. Karena mesin Speed boat tersebut mesin 4tak maka harus dicampur juga dengan Oli Mesin.

Ok back to my worries ye….. Yup wajarlah gw punya kekhawatiran, yah bayangin aje loe, gw menuju ke suatu tempat yang sama sekali belum pernah gw lihat, gw bayangin aje ga bisa, disana tidak ada sinyal sama sekali, harus menyeberang dengan Speed Boat selama berjam jam di tengah Lautan dengan orang yang baru aja kita kenal (ada yang gw ga kenal malah). Dengan orang yang kita kenal aja pasti juga ada kekhawatiran….Duh bagaimana kalau terjadi apa – apa (ini kan ditengah lautan), misalnya jika terjadi kecelakaan. Atau….*berlebihan ini terlalu drama versinya*.

Gw juga jadi khawatir campur kesel karena situasinya tidak seperti rencana awal. Bayangin aje awalnya direncanakan berangkat jam 8 supaya terhindar ombak besar yang biasa terjadi di Sore hari, ternyata eh ternyata berangkatnya jadi molor 2 jam.

Awalnya direncanakan penumpangnya hanya gw dan Bapak DKP yang tidak jadi menemani gw itu, jadi gw sewa Speed Boat itu emang khusus untuk tujuan program/kegiatan gw…..ternyata eh ternyata bow sekarang ada 3 orang penumpang baru yang juga mau menuju ke Pulau Seira.Gimana coba bow caranya kalau ada penumpang lain yang punya tujuan and kegiatan beda gitu….takut saling tunggu-tungguan kan? Yah dasar Jawa gw, masih aja terbersit di Hatee “untung saja emang di Adaut tempat yg mau diidentifikasi dan assessment.

TAPI PUJI TUHAN….Sangat PUJI TUHAN……semua rencanaNYA memang selalu indah dan tepat pada waktunya. Mungkin pada waktu itu awalnya gw kesal benjet karena telat hampir 3 jam. Tapi karena keterlambatan tersebut, gw jadi punya waktu untuk bergunjing tepatnya chatting bow (*belum sampai tahap sharing*awal bener deh pkoknyae) dengan para kru Speed Boat dan salah satu penumpang yang bernama Bung Nus. Oiya keterlambatan kami terjadi karena kami harus menunggu 2 staff BRI yang ternyata akan melakukan survey lapangan ke rumah orang tua Bung Nus di Desa Adaut, karena Bokap Bung Nus berencana untuk mengambil KUR (Kredit Usaha Rakyat)di BRI. Awalnya Bung Nus tanya saya mau kemana, dari Instansi apa, dan aslinya dari mana? Saya bilang saya dari ILO perwakilan Maluku, Orang Tua saya dari Jawa tapi saya lahir dan besar di Jakarta (ga pernah mau dibilang orang Jakarta loh gw) Gw mau survey ke Adaut tentang Rumput Laut. Terus Bung Nus tanya di Adaut akan survey siapa, Gw bilang survey Pembudidaya rumput laut terus nanya lagi deh emang gw disana udah janjian dengan siapa? Nah loh bingung kan gw!!Wong, seharusnya yang mengatur jadwal ini adalah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tapi si Bapak A itu kan tidak jadi ikut.

Terus gw bilang aje “wah saya juga belum tau bung”. Lalu dengan baiknya Bung Nus menawarkan diri, dia bilang “kalau begitu kebetulan sekali, nanti tanya-tanya dan ngobrol dengan ayah saya saja, kebetulan beliau juga pembudidaya rumput dan akan mengambil KUR dari BRI”. Dia juga minta maaf karena jadinya telat banget berangkatnya karena masih nunggu orang BRInya. Terus dalam hati gw bilang “Wah Puji Tuhan banget nih kalau di tempat lain orang-orang malas dan ga punya waktu memberikan informasi, ini malah menawarkan diri”.

Oya selain ada hikmahnya, you know what dengan keterlambatan jadwal keberangkatan tersebut gw jadi bisa main dulu dengan anjing yang entah darimana tiba tiba deketin gw dan duduk selonjoran dengan lucunya (disangka gw temennye kali ye grrrr wrrrowwff woof auuu) !!! Wah terhibur banget loh gw!!

–> akrab banget kan kita hia hiah hia

Akhirnya 2 orang Staff BRI datang juga and kite langsung menuju Speed Boat. Gw tuh emang bukan orang yang pandai memulai suatu perkenalan dan akan terkesan sangat pendiam awalnya (*teppu*). Gw orang yang membutuhkan waktu sejenak sebelum memulai perkenalan, ini gw lakukan untuk mengenali situasi dan kondisi yang ada. Jujur aja awalnya gw hanya kenal dengan Pak Nus, bahkan gw sempat lupa nama kru DKPnye. Fiuh panasnya hari ini terik banget!!!Perjalanan dari Saumlaki menuju Desa Adaut di Pulau Seira memakan waktu sekitar 1,5 jam sampai 2 jam tergantung cuaca dan ombaknya. Selama perjalanan menuju Desa Adaut kita tidak banyak ngobrol yah karena berisik sekali mesin Speed Boat dan sepertinya lebih banyak waktu memperhatikan keselamatan diri sendiri huahahah……

Oye blog aneh deh buat gw yang jarang banget ngelakuin perjalanan lintas lautan, Puji Tuhan ga ada perasaan takut sama sekali waktu udah jalan Speed Boatnye demi mengarungi lautan. Ga takut bow walaupun ombaknya juga besar dan sesekali ombak itu menyiram dan masuk kedalam Speed Boat karena Speed Boat kami memecah ombak itu. Sebetulnya ini bukan pertama kali gw mengarungi lautan Maluku, sebelumnya di Maluku Tengah saya pernah menyebrang dengan Speed Boat yang hanya berpenumpang 2 orang dan Kapal Katinting di Lautan Aru. Hanya saja baru kali ini gw naik Speed Boat model kek gini. Speed Boat yang tidak ada atapnya sehingga terik matahari dan pecahan ombak langsung mengenai kulit kami. Gw sampe dipinjemin Bung Nus penutup kepala seperti Tutup Kepala pada Jas Hujan itu loh. “wah baik sekali dalam hati saya” Bung Nus bilang “pakai ini saja saya tidak apa apa, saya sudah pakai Topi” dan karena ga tau dirinye gw, minjemnye ga tanggungg-tanggung bow sampai selesai perjalanan balik ke Kota Saumlaki lagi hia hia hia…..eits ga lah gwela loh,,ga kok karena Bung Nus sangat baik makanye ketika perjalanan pulang Bung Nus nawarin gw lagi, dia bilang pakai saja topinya lagi. (gwetoh loh, suudon aje sama gw……). Speed kita sempet oleng karena bantingan ombak. Wah buat gw sih waktu itu seru benjet bow kaya di Dufan hahahha…..Jadi tahu kan loe blog kenapa kita semua ga punya banyak waktu bicara? Kita sibuk mempertahankan keselamatan diri kita karena kagak ada Seat Beltnya badan kepontang panting gwetoh deh…untung masih ada life Jacket hehehehhe…….ye udah gitu Life Jacketnya itu loe tau di taro dimana? Di pantatin (sorry ini) alias didudukin karena kan  kursinya cuma papan gitu deh jadi buat gantiin busa gitu deh…..duh gw ga tau juga deh kita belajar SOP keamanan di transportasi laut kaya dimana and gimana?? Sampai bisa Life Jacket buat alas duduk bow….Jadi berasa kita semua udah jago berenang yah bow…mentingin pantat (maaf) biar ga sakit daripada Life Jacketnya dipake.

Terus terus Sampai di Desa Adaut-Pulau Seira kan nih. Nah gw jadi bingung mau kemana ye….and malah akhirnya kami (gw and 2 orang BRI) jadi seperti satu tim rombongan, tapi kita belum saling mengenal dan pastinya beda tujuan visit. Akhirnya kami tiba di rumah pak Odang ayah Bung Nus dan gila ye responsive abis, Pak Odang langsung ambilinkelapa muda bukan hanya itu aje dalam sekejap Istri beliau udah bawain kita teh manis hangat, biscuit, dan petatas goreng (ubi). Doh gw pikir kok kebetulan banget sih semua ini!! Di tempat dan perjalanan ini gw tuh menganalogikannya seperti ini; “Gw itu dengan perasaan ketakutan ga tau mau dibawa kemana (*modal sootooy aje gw*), tau-tau gw didamparin disuatu pulau asing, dengan orang asing, tapi ternyata, tak disangka tak dinyana…..tempat itu Taman Firdaus yang dihuni oleh para MalaikatNYA *tau sih berlebihan tapi coba deh loe jadi gw saat itu*). Kok kebetulan banget Gw ketemu Bung Nus (orang asing) yang sangat baik, Pak Odang dan masyarakat Adaut yang sangat ramah dan melayani kami dengan tulus. (Bisa aja gw ketemu dengan orang yang ga peduli sama gw, dll, buktinya aja malah Bung Nus (sesama penumpang) yang lebih peduli ke Gw daripada staff DKP itu. (Ini bisa dipahami sih wong staff DKPnya juga tugasnya jadi driver&kru eh mendadak dpt instruksi ngurusin program, yah ga nyambung, jadinya diinstruksikan bossnye iye iye aje, yah ga…). Buktinya juga nih ye kalau gw ga berlebihan: Kan gw nih yang mau ngerepotin Keluarga Pak Odang (ayahnya bung Nus) eh malah kok gw yang dilayani dengan sangat baik.

Beuh kalau di Jakarta mau repotin orang tanya-tanya informasi, misalnya penghasilan kita, dsb, dsb jiah paling tahan 30 menit udah diuusir secara halus “aduh mba saya ada meeting lagi nih” . Ini malah gw juga di kasih makan segala, dan guys Desa Mereka itu bukan Desa target yang mau kita berikan bantuan loh….jadi mereka totally tulus.

Fiuh gw ga tau harus berterimakasih pada siapa yah dengan semua KEBETULAN ini?…..tapi selesai perjalanan itu, Gw baru menyadari dan Gw tau tidak ada kebetulan ini semua karena TUHAN Baik dan Peduli sama Gw!!!, soalnye sebelum Mission Gw emang minta doa restu Nyokap n teman-teman. And gw baru inget bow kalau gw sendiri ternyata berdoa meminta untuk terjadi “Tuhan yang pimpin perjalanan ini agar menjadi Great dan Beautiful” ckckck ajaib, gw aja lupa gw doa ini. Goshhhh memang lah TUHAN sangat baik dan teramat baik. Nih ternyata doa-doa gw ada di Status FB:

“Let me have a Loving, Giving ,Brave,& Grateful heart. I do really need it. Please teach me to own those hearts. Lead me the way. YOUR the Best!Thank YOU. at 7:40am via Mobile Web. Taken from my FB status

“On mission to Maluku Tenggara Barat (Saumlaki). Hope it will be a great mission. Happy day and blessing life. Life is beautiful and never flat!!Gbusat 6:56am via Mobile Web. Taken from my FB status.

To be continued ye……..

By 9reat9

Love writer and hunter

4 replies on “Curber (Curhat Bersambung)”

Sebagai warga negara Indonesia, satu kekuranganku… gak pernah main ke pantai, huhuhu….

Indahnya…. kepengen banget travelling ke pantai2 indah di Indonesia….
Makasih tuk sharing pengalamannya ya….

seneng banget baca blognya mba.
aku baru setahun kerja di seira, at Kantor Kecamatan Wermaktian- Seira.
Masih bnyak pulau2 kecil disekitar Pulau Seira yang harus mba datangi…dijamin buaguss2 n indah loh.. :-)Pasir Putih, Ikan yang melimpah, rumput laut, kerang2an, Teripang
jangan lupa perutnya MTB itu ada di Seira Island…..!
Masyarakat Seira masih harus diajar bagaimana cara mengelolah alamnya. Masih bnyak yang blom sadar ttg kekayaan SDA mereka.

Hi Cinthia thank you so much yah udah mampir mampir ke blog ku, aku juga senang banget kamu punya waktu baca blog ini and comment2….iya nanti saya ke MTB lagi mampir-mampir deh ke pulau tersebut sukses yah buat kamu, hebat banget masih muda sudah mengabdi untuk pembangunan daerah. Salute!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s