Categories
On News Work Life

On News – Festival Seni dan Melukis Layangan di Gong Perdamaian Kota Ambon

Kampanye STOP PEKERJA ANAK – HARI DUNIA MENENTANG PEKERJA ANAK PROV MALUKU 

                                                                                Teaterikal “STOP PEKERJA ANAK”  

AMBON-ANTARA NEWS:  Ratusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) mengikuti Festival Melukis Layangan, dengan tema “Stop Pekerja Anak” di pelataran Monumen Gong Perdamaian, Kota Ambon, Sabtu (18/6) siang.
Festival melukis layang-layang tersebut memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, yang jatuh setiap tanggal 12 Juni.
Ketua Panitia Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, Abdulgani Fabanyo mengatakan, festival tersebut diikuti para siswa dari 10 sekolah formal dan dua Pusat Kelompok Belajar Masyarakat (PKBM). “Tujuannya, menggali minat dan bakat seni melukis anak sekaligus mengampanyekan stop pekerja anak melalui lukisan menggunakan media layang-layang,” kata Fabanyo, seperti diberitakan Antara. Pertunjukan seni budaya seperti, tari Sahureka-reka, tari kipas, teaterikal STOP PEKERJA ANAK, nyanyi, spontitas serta lainnya menambah meraih suasana itu.


Fabanyo mengatakan, di Provinsi Maluku hingga akhir tahun 2010 terdapat 20.060 pekerja anak usia 10-17 tahun. Dari jumlah itu 11.679 anak bekerja lebih dari 15-35 jam per minggu dan tidak digaji atau tidak diberi upah.
Local Programme Officer ILO “Education and Skills Training” (EAST) Perwakilan Maluku, Sinthia Dewi Harkrisnowo mengatakan, risiko keselamatan anak yang berada pada pekerjaan yang berbahaya tinggi, antara lain, sektor pertambangan, penggalian, pertanian, penyelam mutiara, perikanan, pelayanan rumah tangga, dan industri jasa. Dia juga berharap masyarakat, termasuk pengambil kebijakan, memahami tentang risiko keselamatan dan kesehatan anak dalam lingkup pekerjaan yang berbahaya. ” Perlu dukungan dan komitmen bersama semua pihak mengambil tindakan segera dalam rangka menyelamatkan anak yang bekerja dalam risiko itu,”katanya.
Sebelumnya, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plt Asisten Bidang Pemerintahan Setda Maluku, Frangky Renayaan, mengimbau semua pihak untuk tidak menjadikan anak usia dini sebagai pekerja utama.

By 9reat9

Love writer and hunter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s