Categories
On News Work Life

ILO Gelar Kampanye Penghapusan Pekerja Anak

ILO Gelar Kampanye Penghapusan Pekerja Anak

Organisasi Buruh Dunia (ILO) perwakilan Maluku akan menggelar sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pada 18 – 20 Juli 2010, bertujuan mengkampanyekan penghapusan pekerja anak dan mencegah anak putus sekolah

Kegiatan tersebut antara lain lomba debat, pidato, baca puisi, penulisan esai , aksi teatrikal hingga acara puncak yakni jalan santai yang diikuti 700 anak putus sekolah dan siswa dari sembilan sekolah formal dan dua sekolah nonformal dengan mengambil “start” dari SMP Negeri 2 Ambon, kata Ketua Program Lokal Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan (Education and skill training/EAST) ILO Maluku, Sinthia Dewi Harkrisnowo kepada ANTARA di Ambon, Sabtu.

“Sebenarnya yang kami gunakan ini metode “3R’s SCREAM” yakni SUARAKAN penghapusan pekerja anak melalui pendidikan, seni dan media,” kata Sinthia Dewi Harkrisnowo .

Sinthia Dewi mengatakan, kegiatan yang akan dilakukan itu hanya bagian kecil dari program besar pencegahan anak putus sekolah dan penghapusan pekerja anak.

Untuk kegiatan tersebut, pihaknya menargetkan 467 anak yang merupakan sasaran penerima manfaat, terdiri atas 300 siswa usia 13 – 18 tahun dari sembilan sekolah formal tingkat SMP dan SMA dan sisanya 167 anak putus sokolah dari dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Ambon.

Sementara itu, yang telah diberikan untuk para guru atau tutor yakni pola mengajar terhadap peserta didik melalui seni dan media yang memberikan kesempatan kepada anak untuk lebih mengenal potensi dan bakat masing-masing.

Metode ini merupakan proses belajar yang menyenangkan dengan partisipasi anak didik lebih menonjol. Pada pola ini anak-anak diajak belajar sesuai minat dan bakat masing-masing, misalnya belajar Bahasa Indonesia dapat dilakukan lewat drama dan matematika melalui permainan.

Menurut Sinthia, metode belajar yang menyenangkan dan berfokus pada peningkatan partisipasi anak  biasanya banyak diterapkan di sekolah-sekolah berstandar internasional  di Jakarta.

“Children Center”

Sinthia mengatakan, dalam kegiatan tersebut juga ada peresmian “Children Center” atau Pusat Kegiatan Belajar dan Inovasi anak di SMP Negeri 2 Ambon disertai pemberian komputer, alat olah raga, buku-buku bacaan, dan buku pelajaran oleh ILO EAST Maluku. Wakil Walikota Ambon, Olivia Latuconsina akan hadir untuk meresmikan “Children Center” tersebut

“Kami berharap kalau nanti program ini sukses, pemerintah bisa mereplikasinya,” katanya.

Dia mengatakan, “Children Centre” itu tidak hanya akan digunakan oleh siswa-siswi SMP Negeri 2. Tetapi juga siswa-siswi yang rentan putus sekolah dari beberapa SMP terdekat.

“Anak-anak yang rentan putus sekolah itu akan diberikan bimbingan belajar gratis untuk semua mata pelajaran ujian nasional,” katanya. Dia berharap, melalui kampanye tersebut anak-anak bisa memiliki akses pendidikan yang lebih baik. Mutu dan kualitas pendidikan juga diharapkan meningkat.

“Melalui pendidikan yang berkualitas anak-anak bisa dicegah bekerja di usia sekolah. Kami juga ingin para orang tua dan masyarakat bertanggungjawab terhadap pendidikan anak, bukan hanya pihak sekolah,” ujarnya.

Berita oleh: ANTARA News Indonesia pada 17 July, 2010 – 20:00:27 WIB dibawah rubrik Nasional

http://www.antaramaluku.com. The one and only site Moluccans all over the world can reach hometown

By 9reat9

Love writer and hunter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s