Categories
Family

ku tak akan menyerah

Kusadari bahwa salah satu hadiah di dunia ini yang sangat berharga untukku adalah restu dan doa dari Ibuku.

Restu dan doanya yang menyertai langkah dan pilihan di dalam hidupku. Ibuku selalu bilang semua yang aku lakukan adalah untukmu dan masa depanmu, akan tetapi yang lebih penting daripada itu adalah apa yang akan kau lakukan!!! Lakukanlah yang akan menjadi masa depanmu.

Ibu selalu bilang akulah yang memutuskan masa depanku.

Tanggung jawab itulah yang selalu diajarkan oleh beliau agar aku mampu mandiri dan menjadi manusia dewasa.

Kepercayaan beliaulah yang membuatku belajar bertanggung jawab.

Tidak mudah bagiku untuk mengetahui secara explisit nilai-nilai mulia dan berharga dibalik keras dan tegasnya didikan beliau. Akhirnya aku tersadarkan dan mampu memahami latar belakang dibalik kekerasan dan ketegasan beliau, ternyata beliau memiliki pengalaman hidup yang keras yang membentuk beliau menjadi pribadi yang keras sekaligus lembut di waktu yang sama.

Kadang aku berpikir untuk orang lain yang dipertemukan padaku dan akhirnya  mencuri hati dan membuat aku jatuh cinta, tak jarang aku harus  pontang panting untuk berusaha memberikan yang terbaik, mengalah dan memahaminya dengan menguras energiku. Tapi mengapa untuk IBUku seorang yang mengandung aku selama 9 bulan, mengorbankan nyawanya ketika melahirkan (katanya orang melahirkan itu perjuangan antara hidup dan mati), dan memberikan cinta tulusnya padaku, aku begitu sulit dan malas untuk memahami dan memberikan yang terbaik baginya?

Aku beruntung karena aku mendapatkan kebijaksanaan ini secara cuma cuma dariNYA. Kalau dengan kekuatanku sendiri tidak mungkin aku mampu berpikir seperti itu dan mampu menyingkap dan melihat nilai mulia dan berharga dibalik kerasnya didikan beliau. Aku beruntung karena dengan cara – cara yang ajaib DIA menyentuh hatiku dan memberikanku semangat untuk menjadi manusia baik. Aku beruntung selalu diperlihatkan aku ini tidak baik dan usaha-usahaku menjadi baik tidak semudah membuka jam dari tangan.

Aku beruntung secara prematur aku memahami bahwa menjadi manusia baik dan dewasa itu adalah pilihan dan kita tidak dapat selalu menyalahkan masa lalu kita sebagai kambing hitam atas KARAKTER kita saat ini.

Wong Kita yang dengan sadar melakukan proses voting dan electing terhadap karakter-karakter kita tersebut dan ga perlu kambing warna hitamlah yang bertanggung jawab terhadap tindakan akibat karakter-karakter kita itu.

Jika Cinta dan DIA sendiri  tidak terlibat dalam proses dan penyelenggaraan  hidupku, mungkin saat ini aku akan menjadi pribadi yang merasa bahwa dunia ini tidak bersahabat padaku dan aku memiliki hak untuk marah dan kecewa terhadap dunia ini.

Aku sadar bahwa apa yang terjadi padaku saat ini bukan karena kekuatan ataupun hebatku. Aku sadar bahwa aku tidak kuat ataupun hebat.

Aku sadar begitu banyak keburukan dari karakterku yang menimbulkan keterpurukan dalam hidupku yang juga berdampak terhadap keterpurukan orang.  Khusus untuk hal ini aku tidak punya hak untuk memiliki  kambing hitam. Aku belajar bertanggung jawab terhadap karakter yang telah aku pilih tanpa harus menyalahkan masa lalu, orang lain ataupun kambing. Aku akan berjuang keras dengan sadar dan tulus untuk menjadi lebih baik dengan melakukan voting ataupun electing ulang terhadap pilkarak. Setelah pilkarak itu akupun harus kembali belajar, berusaha, dan berdoa agar aku diubahkan menjadi pribadi yang lebih baik.

Aku tidak pernah merasa baik, karena aku tahu menjadi baik sangat sulit. Aku hanya berusaha dan berdoa untuk menjadi baik dan lebih baik lagi agar menjadi manusia yang sesungguhnya baik.

Terima kasih kepada Orang Tua ku, keluargaku, sahabat, teman dan semua orang yang pernah aku temui ataupun yang pernah aku lihat yang mau berproses dan begitu sabar menemaniku dalam perjuanganku tidak memelihara kambing baik hitam putih ataupun coklat. Terima kasih kalian tidak hanya mau bersamaku disaat kejayaan, kesuksesan dan kebahagiaanku tetapi kalian bersama aku juga dengan segala keburukan dan keterpurukanku. Kalian terlalu baik dan aku terlalu bersyukur memiliki kalian dalam hidupku.

dan yang PASTI HE IS SO GOOD TO YOU AND ME!!! SO BLESS I CAN’T CONTAIN IT….THANK YOU =)

By 9reat9

Love writer and hunter

2 replies on “ku tak akan menyerah”

hey nduttt.setelah pertemuan gw dengan si tante dulu&baca tulisan elu, gw nyadar kita dibesarkan oleh ibu yang beda tipe dan karakter. yah iyalah, ibu kita kan 2 orang pribadi yg berbeda tentu saja mereka berbeda (halah, apaan siy gw). tapi yah gw syukurin, kita sama2 dapat life value-nya. tapi ada yg kesamaan lain bowww, mereka berhasil membuat kita tumbuh secara SEHATTTTTT, hahaha!!apa ibu2 kita juga kita bikin grup??IANDUT—>Ibu2 anak gendut, hahaha.
salam yah ma si tante (tolong ingatin yah, gw masih pengen jadi istri orang kaya, ihiyyyy)

Dear don, gini yah don…pastinya ibu-ibu kita itu berbedalah tipe dan karakter serta cara mereka mendidik dan “MEMBESARKAN” kita gw suka bilang MENGURUSI aja setuju ga? biar gw cepet kurus…..tapi yang pasti toh sekarang kita bisa sahabatan dan loe juga ga terganggu banget dengan karakter dan pribadi gw…..hehehehe…yah itu artinya ada proses dan pemilihan karakter yang Thanks God gw berharap tidak salah memilihnya…..And nyokap juga masih inget kok cita cita loe jadi istri orang kaya sudah menyebar luas di kakak kakak gw, secara itu cita cita yang tak lazim gitu loh untuk orang semandiri dan secerdas loe huahahhaha…..don kalau jadi penulis inget inget ajak gw yah hia hia hia hia.
Oiya don tapi yang paling gw seneng adalah nyokap bisa ikut gathering dengan teman teman gw loh hihihi….itu hal yang paling gw syukuri juga…..itu artinya beliau sangat merasa nyaman dan percaya dengan sahabat-sahabat gw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s